NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Permintaan bahan pangan premium untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berdampak pada ketersediaan sejumlah komoditas di Pasar Al Mahirah, Lamdingin, Banda Aceh. Pedagang menyebut beras premium dan minyak goreng merek Sunco menjadi semakin sulit diperoleh.
Pedagang Pasar Al Mahirah, Daus, mengatakan sejak sekitar dua pekan terakhir, permintaan dari dapur MBG terhadap beras premium, telur ayam, minyak goreng, dan tepung terigu meningkat signifikan.
“Sejak program MBG berjalan, permintaan untuk beras premium, telur, minyak goreng Sunco, dan tepung terigu terus meningkat. Akibatnya stok lebih cepat habis dan harganya ikut naik,” kata Daus saat dikonfirmasi Nukilan, Selasa (21/7/2026).
Menurut Daus, beras Yusima yang kini banyak digunakan untuk kebutuhan MBG menjadi salah satu komoditas yang paling sulit didapat. Dalam sehari, pihak MBG dapat memesan hingga 10 karung, sementara pedagang hanya mampu memenuhi kebutuhan tersebut selama beberapa hari karena keterbatasan pasokan.
“Kalau kami memesan beras dari Tiro, biasanya baru tiba sekitar seminggu kemudian. Bahkan saat memesan 200 karung, yang datang terkadang hanya sekitar 80 karung. Dulu setelah stok habis, sehari atau dua hari kemudian barang sudah datang. Sekarang harus menunggu sekitar satu minggu,” tuturnya.
Ia juga menyebut minyak goreng Sunco mulai langka setelah digunakan dalam program MBG. Menurut informasi yang diterimanya, penggunaan minyak goreng tersebut berkaitan dengan pemeriksaan rutin pemerintah terhadap dapur MBG.
“Sekarang dapur MBG tidak lagi menggunakan Minyakita, tetapi beralih ke Sunco. Saya mendengar setelah ada pemeriksaan dari pemerintah, bahan pangan yang digunakan harus memenuhi standar yang lebih baik sehingga permintaan Sunco meningkat dan barangnya menjadi lebih sulit diperoleh,” sebut Daus.
Daus menambahkan, informasi yang beredar di kalangan pedagang menyebut sejumlah dapur MBG sempat dihentikan operasionalnya karena menggunakan bahan pangan yang tidak memenuhi standar hingga adanya kasus keracunan, sehingga pengawasan terhadap kualitas sembako kini semakin diperketat. []
Reporter: Sammy

