NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kawasan Desa Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, dikeluhkan warga dan pelaku usaha karena dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan. Bau sampah yang menyengat, terutama saat proses pembongkaran dari truk pengangkut, disebut berdampak pada aktivitas perdagangan di sekitar lokasi.
Salah seorang pedagang di kawasan Rukoh, Reja, mengatakan aroma tidak sedap dari TPS kerap tercium hingga ke tokonya. Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak TPS dibangun di lokasi tersebut.
“Baunya sampai ke toko saya. Tapi kami juga tidak bisa bilang apa-apa karena memang sudah dibuatkan TPS di situ. Yang paling terasa saat truk membongkar sampah, baunya sangat menyengat dan cukup mengganggu,” kata Reja kepada Nukilan, Jumat (10/7/2026).
Ia menilai penempatan TPS di kawasan tersebut kurang tepat karena berada di dekat deretan usaha milik warga. Kondisi itu, menurutnya, tidak hanya mengganggu pedagang, tetapi juga pelanggan yang datang berbelanja maupun makan di sekitar lokasi.
Reja mengatakan pedagang warung makan menjadi pihak yang paling terdampak. Bau sampah yang muncul saat proses pengangkutan dan pembongkaran dinilai dapat mengurangi kenyamanan pengunjung.
“Yang kasihan itu pedagang warung nasi. Saat orang sedang makan, tiba-tiba tercium bau sampah yang sangat menyengat. Tentu itu mengganggu kenyamanan pelanggan,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat mengevaluasi keberadaan TPS tersebut, termasuk mempertimbangkan lokasi yang lebih sesuai agar tidak berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di kawasan Rukoh. []
Reporter: Sammy









