NUKILAN.ID | Meulaboh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Cut Nyak Dhien Nagan Raya memprediksi kondisi cuaca di kawasan barat dan selatan Aceh pada Kamis (2/7/2026) akan didominasi hujan lokal yang disertai awan tebal. Fenomena tersebut diperkirakan terjadi secara bergantian sejak pagi hingga malam di sejumlah daerah.
“Wilayah Calang, Meulaboh, dan Suka Makmue diprakirakan mengalami hujan lokal pada pagi hari. Memasuki siang hingga malam, cuaca berubah menjadi berawan tebal sebelum berawan atau cerah berawan pada dini hari,” ujar Prakirawan BMKG Angga Yudha T., S.Tr.Met dalam keterangan tertulisnya.
Menurut dia, angin pada lapisan permukaan hingga ketinggian 3.000 feet umumnya bertiup dari arah barat dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 20 kilometer per jam.
Selain itu, tinggi gelombang di perairan barat dan selatan Aceh diprakirakan berada pada kisaran 0,75 hingga 1,75 meter.
Di wilayah Blangpidie dan Tapak Tuan, cuaca diprediksi didominasi awan tebal sejak pagi sampai siang. Memasuki malam hari, hujan lokal berpotensi turun sebelum kondisi kembali berawan menjelang dini hari.
Sementara itu, wilayah Singkil dan Subulussalam diperkirakan mengalami hujan ringan pada malam hari. Adapun Sinabang berpotensi diguyur hujan lokal sejak pagi, kemudian berlanjut menjadi hujan ringan pada malam hari.
BMKG memperkirakan suhu udara di kawasan barat dan selatan Aceh berada pada rentang 23 hingga 31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara diprediksi berkisar antara 70 sampai 98 persen.
Kecepatan angin maksimum diprakirakan mencapai 20 kilometer per jam dengan arah dominan bertiup dari barat daya. Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang diprediksi tetap berada pada kisaran 0,75 hingga 1,75 meter. Situasi ini masih perlu menjadi perhatian bagi nelayan maupun masyarakat yang menggunakan transportasi laut.
BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Pembaruan informasi tersebut penting sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi atmosfer secara cepat.






