BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Aceh hingga 21 Juni 2026, Puluhan Daerah Diminta Waspada

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berpeluang terjadi di berbagai wilayah Aceh hingga Minggu, 21 Juni 2026.

Dalam prakiraan terbaru yang diterima Nukilan.id, sebagian besar kabupaten dan kota di Aceh diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Di sejumlah wilayah, hujan juga berpotensi disertai angin kencang yang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Angga Dirta, mengatakan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang diperkirakan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Menurutnya, kondisi atmosfer saat ini masih mendukung terbentuknya awan hujan di berbagai wilayah Aceh sehingga peluang terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih cukup tinggi hingga akhir pekan.

Sebanyak 20 daerah berpotensi diguyur hujan

Berdasarkan prakiraan BMKG, pada Jumat, 19 Juni 2026, terdapat 20 kabupaten dan kota yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya, Simeulue, Kota Lhokseumawe, serta Kota Subulussalam.

Memasuki Sabtu, 20 Juni 2026, jumlah daerah yang berpotensi mengalami hujan diperkirakan berkurang menjadi 19 wilayah. Meski demikian, cakupan wilayah terdampak masih relatif luas sehingga masyarakat di berbagai daerah tetap diminta mewaspadai kemungkinan hujan lebat.

Sementara itu, pada Minggu, 21 Juni 2026, potensi hujan diprediksi lebih terkonsentrasi di tujuh daerah, yakni Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, dan Gayo Lues.

Empat daerah berpotensi mengalami angin kencang

Selain hujan lebat, BMKG juga memperkirakan adanya potensi angin kencang yang dapat terjadi pada periode 19 hingga 20 Juni 2026.

Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Kabupaten Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Selatan, serta Kota Sabang.

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, hingga terganggunya aktivitas masyarakat, terutama di kawasan pesisir maupun daerah terbuka.

Dipengaruhi aktivitas atmosfer

BMKG menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di Aceh dipicu oleh sejumlah fenomena atmosfer yang sedang aktif di kawasan Indonesia bagian barat.

Di antaranya adalah aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby dan Gelombang Kelvin di wilayah Samudra Hindia sebelah barat Pulau Sumatera. Selain itu, keberadaan daerah belokan angin di sekitar Aceh turut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang menjadi pemicu hujan.

Faktor lainnya adalah suhu muka laut di perairan barat dan selatan Sumatera yang masih relatif hangat. Kondisi tersebut meningkatkan proses penguapan sehingga kandungan uap air di atmosfer bertambah dan memperbesar peluang terbentuknya awan hujan.

Warga diminta meningkatkan kewaspadaan

BMKG mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati selama beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika hujan lebat disertai angin kencang terjadi.

Pengendara diharapkan meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca tersebut dapat memicu berkurangnya jarak pandang di jalan. Selain itu, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, maupun daerah yang banyak pepohonan diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan segera mengantisipasi apabila kondisi cuaca memburuk.

Kewaspadaan sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi secara tiba-tiba, khususnya pada sore hingga malam hari. (XRQ)

spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News