Bank Indonesia Distribusikan Rupiah Layak Edar ke Wilayah Terluar Aceh

Share

NUKILAN.ID | SABANG — Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) resmi melepas kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di wilayah Aceh dari Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) Sabang, Kamis (18/6/2026). Program ini bertujuan memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, sesuai kebutuhan masyarakat, serta dalam kondisi layak edar hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Dalam sambutannya, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan mengatakan Bank Indonesia memiliki mandat untuk menjaga ketersediaan dan kualitas uang Rupiah di seluruh wilayah Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

“Melalui layanan kas keliling 3T, masyarakat dapat menukarkan uang lusuh, cacat, rusak, dan tidak layak edar dengan uang Rupiah yang layak edar sehingga dapat mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Hertha dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan.

Ia menjelaskan, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam pendistribusian uang Rupiah. Karena itu, sinergi dengan TNI AL menjadi faktor penting untuk menjangkau wilayah-wilayah kepulauan yang sulit diakses.

Menurut Hertha, kerja sama BI dan TNI AL mempertemukan dua misi kedaulatan yang saling melengkapi. TNI AL menjaga kedaulatan wilayah negara melalui pertahanan, sementara Bank Indonesia menjaga kedaulatan bangsa melalui Rupiah.

“Bela negara tanpa senjata dapat diwujudkan dengan menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, bukan mata uang asing. Dengan demikian, kedaulatan bangsa dapat terus terjaga,” katanya.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 merupakan kelanjutan dari kerja sama Bank Indonesia dan TNI AL yang telah berlangsung sejak 2012. Selama periode tersebut, kedua lembaga telah melaksanakan 150 kali kegiatan kas keliling 3T dan menjangkau 766 pulau terpencil di Indonesia.

Pada tahun 2026, BI dan TNI AL menargetkan pelaksanaan 19 kegiatan kas keliling 3T di 19 provinsi yang akan menjangkau 97 pulau di berbagai wilayah Indonesia.

Khusus di Aceh, ekspedisi yang dilepas dari Sabang ini menjadi kegiatan ERB ke-10 sepanjang tahun 2026. Kegiatan akan berlangsung selama tujuh hari, mulai 18 hingga 24 Juni 2026, dengan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Tuna-876.

Tim ekspedisi dijadwalkan mengunjungi lima wilayah kepulauan 3T, yakni Pulau Weh di Kota Sabang, Pulau Breuh dan Pulau Nasi di Kabupaten Aceh Besar, Kepulauan Simeulue, serta Kepulauan Banyak di Kabupaten Aceh Singkil.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Bank Indonesia juga menyiapkan persediaan uang Rupiah layak edar yang meningkat 25 persen dibandingkan pelaksanaan ekspedisi serupa pada tahun 2025.

Bank Indonesia menyampaikan apresiasi kepada TNI AL, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang selama ini mendukung pelaksanaan program tersebut. BI berharap Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Aceh dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kedaulatan Rupiah hingga ke wilayah terluar Indonesia.

Pelepasan ekspedisi dilakukan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, bersama Komandan Lanal Sabang, Kolonel Laut (P) Sadimin, S.E., M.Tr.Opsla. Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang (DPU) Bank Indonesia Beny Okta Tutuarima, Komandan KRI Tuna-876 Letkol Laut (P) Rahadian Nur Bramantyo, perwakilan Mabes TNI AL, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh dan Sabang.

Reporter: Rezi

spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News