457 Guru Beut Kitab di Aceh Besar Jalani Peusijuek, Mulai Mengajar Juli 2026

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 457 guru Beut Kitab yang telah dinyatakan lulus seleksi mengikuti prosesi peusijuek yang dipimpin oleh Abu H Athailah atau Abu Ulee Titi bersama Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, di Dekranasda Aceh Besar, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Besar Syukri A Jalil, Sekretaris Daerah Bahrul Jamil, Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar Rahmawati, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

Setelah prosesi peusijuek selesai dilaksanakan, para guru Beut Kitab tersebut langsung ditempatkan di sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP sederajat yang tersebar di wilayah Aceh Besar.

Bupati Aceh Besar Muharram Idris mengatakan, para Guru Beut Kitab Bak Sikula direkrut dari berbagai dayah yang berada di lingkungan Kabupaten Aceh Besar.

“Dan mereka nanti akan mengajar kitab kepada para siswa SD dan SMP yang ada di Aceh Besar,” ucapnya.

Menurut Muharram Idris, para guru tersebut akan mulai melaksanakan proses belajar mengajar pada awal tahun ajaran baru yang dimulai pada Juli 2026.

“Mereka mulai resmi mengajar di tahun ajaran berikutnya,” ujarnya.

Usai prosesi peusijuek, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar secara resmi menyerahkan para guru Beut Kitab kepada pihak sekolah sesuai dengan lokasi penempatan masing-masing.

Muharram berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan Aceh Besar, meskipun nantinya terjadi pergantian kepala daerah.

Ia menjelaskan, kehadiran ratusan guru Beut Kitab itu ditujukan untuk memberikan pembelajaran kitab kepada sekitar 29 ribu siswa pada jenjang SD dan SMP di Aceh Besar.

Dalam kesempatan itu, Muharram juga meminta pihak sekolah untuk menempatkan jadwal pembelajaran Beut Kitab pada jam pertama atau kedua kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, waktu pagi merupakan saat yang tepat bagi siswa untuk menerima pelajaran agama karena kondisi mereka masih segar dan lebih mudah berkonsentrasi.

“Karena belajar agama itu perlu fokus. Jadi pada jam pertama itu penting dilakukan. Nantinya seminggu itu ada sekolah yang dua kali pertemuan, dan ada juga yang tiga kali,” jelasnya.

Selain itu, Muharram mengimbau para guru Beut Kitab agar menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan sehingga program tersebut dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi para peserta didik.

“Kita harap siswa itu paham tentang hukum Islam. Kepada guru sekolah kita imbau untuk terus berkolaborasi, agar program ini sukses terlaksana di Aceh Besar,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News