NUKILAN.ID | TAKENGON – Ruas jalan penghubung Serule-Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, kembali mengalami kerusakan akibat hujan deras yang terjadi selama dua hari berturut-turut sejak beberapa waktu yang lalu. Sejumlah titik jalan dilaporkan amblas dan tertimbun material longsor sehingga menghambat mobilitas masyarakat.
Kepala Koordinator Relawan Kecamatan Bintang, Wedy Sastra Yoga, mengatakan kondisi jalan semakin memburuk setelah hujan susulan mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
“Setelah hujan berturut-turut, ada jalan yang putus, ada juga longsoran yang turun. Kondisinya semakin parah dibanding sebelumnya,” kata Wedy kepada Nukilan, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, alat berat sempat dikerahkan untuk membersihkan material longsor. Namun penanganan yang dilakukan baru sebatas pembersihan badan jalan dan belum menyentuh perbaikan permanen di titik-titik yang mengalami kerusakan.
“Alat berat masuk kemarin hanya untuk membersihkan longsoran. Setelah itu langsung kembali ke Takengon. Untuk penanganan di arah Desa Serule belum dilakukan,” ujarnya.
Wedy menjelaskan akses menuju Desa Serule saat ini masih terbatas. Kendaraan berukuran panjang, termasuk minibus tertentu, belum dapat melintasi beberapa titik jalan yang mengalami penyempitan dan penurunan badan jalan.
Ia menyebut wilayah Kecamatan Bintang sebelumnya telah dipetakan memiliki sekitar 80 titik rawan longsor pascabanjir besar yang terjadi pada 2025. Curah hujan tinggi yang kembali terjadi membuat sejumlah titik tersebut mengalami longsor susulan.
“Ada sekitar 80 titik longsor yang sudah kami petakan. Setiap hujan susulan turun, beberapa titik kembali bergerak dan menimbulkan kerusakan baru,” katanya.
Selain kerusakan jalan, keterbatasan infrastruktur komunikasi dan layanan dasar juga menjadi tantangan bagi masyarakat di kawasan tersebut. Hingga kini warga masih menunggu penanganan lanjutan untuk membuka akses secara normal.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen pada ruas jalan Serule-Bintang mengingat jalur tersebut menjadi akses utama aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat di daerah pedalaman Kecamatan Bintang. []
Reporter: Sammy


