NUKILAN.ID | JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menyiapkan penyaluran hampir 100 hewan kurban ke berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk peningkatan ketakwaan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat.
Penyaluran hewan kurban tahun ini menyasar masyarakat di sekitar kantor pusat Waskita Karya di Jakarta dan sejumlah wilayah pembangunan proyek strategis Perseroan. Distribusi dilakukan dari Aceh hingga Merauke, mencakup Sukabumi, Yogyakarta, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Makassar, Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga Kalimantan Tengah.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, hewan kurban yang disalurkan terdiri dari puluhan sapi dan kambing. Seluruh hewan tersebut dipastikan memenuhi standar kualitas dan kesehatan yang dibuktikan melalui sertifikat Surat Keterangan Kesehatan Hewan.
“Melalui penyaluran hewan kurban pada Idul Adha tahun ini, Waskita Karya berkomitmen untuk menanamkan nilai sosial sekaligus mempererat hubungan sosial dengan masyarakat sekitar proyek. Berkurban bukan hanya soal berbagi daging, tetapi juga menyampaikan pesan kasih sayang, kebersamaan, dan kepedulian melalui tindakan nyata yang penuh manfaat,” kata Ermy dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).
Ia menambahkan, penyaluran kurban tersebut diharapkan menjadi bagian dari kontribusi nyata Perseroan dalam membangun harmonisasi antara pembangunan infrastruktur dan keberlanjutan sosial masyarakat. Penyediaan hewan kurban tahun ini juga melibatkan peternak lokal di sejumlah daerah.
Sebagai BUMN konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun, Waskita Karya juga turut membangun dan merenovasi lima masjid besar di Indonesia yang dapat digunakan masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Adha berjemaah. Kelima masjid tersebut yakni Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid Baiturrahman Aceh, Masjid Sheikh Zayed Solo, Masjid Baiturrahman Semarang, dan Masjid Al-Akbar Surabaya. Total kapasitas seluruh masjid tersebut mencapai sekitar 200 ribu jemaah.
“Pembangunan sejumlah masjid ini merupakan kontribusi Perseroan dalam menyediakan fasilitas penunjang ibadah umat Muslim. Kami ingin para jemaah bisa beribadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman,” kata Ermy.
Dalam proses pengerjaannya, Perseroan disebut tidak hanya memperhatikan kualitas bangunan, tetapi juga mempertimbangkan nilai sejarah dan latar belakang berdirinya masjid agar karakter bangunan tetap terjaga tanpa mengubah bentuk aslinya secara signifikan.
“Maka nilai sejarahnya masih terlihat pada bangunan masjid. Misalnya pada Masjid Baiturrahman Aceh, yang merupakan salah satu masjid tertua karena sudah berdiri sejak 1612, desainnya dibuat menyerupai Masjid Nabawi di Madinah Arab Saudi,” tutur dia.
Masjid berkapasitas lebih dari 24 ribu jemaah tersebut memiliki 12 payung raksasa dan pohon kurma di sekitar halaman masjid yang menambah kemiripan dengan Masjid Nabawi. Hingga kini, masjid yang direnovasi Waskita pada 2015 itu masih menjadi salah satu destinasi wisata religi dan budaya di Kota Serambi Mekah.
Nilai sejarah juga tetap dipertahankan dalam renovasi Masjid Raya Baiturrahman Semarang yang pertama kali diresmikan pada Desember 1974. Saat proses renovasi berlangsung, Waskita mempertahankan bentuk utama bangunan dengan sentuhan yang lebih modern dan megah.
“Desain masjid tetap dipertahankan dengan gaya arsitektur tradisional jawa yang mengadopsi struktur limasan. Hanya saja kami menambahkan beberapa bagian seperti kolam air, agar menambah suasana sejuk di sekitar masjid,” jelas dia.
Perseroan menyelesaikan renovasi tersebut dalam waktu 11 bulan melalui penerapan Building Automation System (BAS). Sistem tersebut mengintegrasikan tata udara, special lighting, serta control equipment Mechanical, Electrical, Plumbing (MEP).
Selain itu, Waskita juga membangun Masjid Sheikh Zayed Solo yang merupakan hibah dari Uni Emirat Arab (UEA) kepada Indonesia sekaligus simbol persahabatan kedua negara.
“Masjid yang dibangun oleh Waskita pada 2021 itu dirampungkan tepat waktu. Perseroan juga menambahkan inovasi green building serta beberapa fasilitas berteknologi modern,” tutur dia.
Ermy menjelaskan, Masjid Sheikh Zayed Solo dibangun menyerupai Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi di UEA. Namun demikian, bangunan yang mampu menampung hingga 15 ribu jemaah itu tetap menghadirkan sentuhan khas Kota Solo melalui penggunaan motif batik kawung pada lantai dan pilar masjid.
Pada 2022, Waskita Karya juga melakukan renovasi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Tidak hanya mempercantik tampilan fasad, Perseroan juga memastikan keandalan struktur dan kenyamanan fasilitas bagi para pengunjung maupun jemaah dari berbagai daerah.
Masjid terbesar kedua di Indonesia tersebut mampu menampung hingga 36 ribu bahkan 45 ribu jemaah. Tak heran jika setiap Idul Adha masyarakat berbondong-bondong melaksanakan salat di masjid tersebut.
“Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya berdiri sebagai mahakarya arsitektur yang memadukan estetika modern dengan filosofi Islam. Setiap sudut bangunannya dirancang untuk menciptakan harmoni serta menjadikannya ikon religi di Jawa Timur,” jelas Ermy.
Ia menambahkan, Perseroan juga bangga dapat terlibat dalam renovasi Masjid Istiqlal yang rampung pada 2021. Masjid termegah di Indonesia tersebut kini dilengkapi teknologi modern sebagai bagian dari penerapan inovasi green building.
“Kelima masjid yang dibangun oleh Waskita menjadi simbol peradaban Islam di berbagai daerah. Kami berharap, pada perayaan Idul Adha tahun ini masyarakat dapat salat bersama keluarganya dengan penuh khidmat dan suka cita,” harap Ermy.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News


