NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Program Sekolah Garuda Transformasi mulai memperlihatkan hasil konkret dalam membuka akses pelajar Indonesia ke universitas kelas dunia. Salah satu dampak paling mencolok terlihat di SMAN 10 Fajar Harapan, yang kini mencatat lonjakan signifikan jumlah siswa diterima di kampus peringkat 100 besar dunia setelah bergabung dalam program transformasi pendidikan nasional tersebut.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menyebut program Sekolah Garuda Transformasi dirancang untuk memperluas akses siswa Indonesia menuju pendidikan global melalui penguatan akademik, pendampingan intensif, serta pembukaan jejaring internasional.
“Sebelum bergabung menjadi Sekolah Garuda Transformasi, hanya satu siswa dari Fajar Harapan yang berhasil diterima di Top 100 World University. Pada tahun ini, setelah mendapatkan program Garuda Transformasi, ada empat belas siswa yang mendapatkannya,” ujar Stella saat kunjungan ke Banda Aceh.
Data tersebut juga sejalan dengan laporan ANTARA yang menyebut penerimaan siswa Sekolah Garuda Transformasi ke kampus top dunia secara nasional meningkat 150 persen, dan salah satu contoh peningkatan terjadi di Fajar Harapan dari satu menjadi 14 siswa.
Menurut Stella, capaian tersebut lahir dari proses pembinaan yang terstruktur, mulai dari penguatan profil akademik siswa, persiapan seleksi internasional, hingga perluasan akses informasi pendidikan global.
“Kita bukakan aksesnya, tetapi tentu saja kalau hanya kami sendirian tidak bisa. Upaya yang kami lakukan ini mungkin hanya sekitar 30 persen, 70 persennya itu berasal dari adik-adik sendiri,” kata Stella.
Salah satu peserta program, Fathina Almahira Sakhi, berhasil memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari delapan universitas internasional. Ia mengaku pembinaan yang dijalani sejak akhir 2025 membantunya lebih siap menghadapi seleksi kampus luar negeri.
“Saya merasakan bagaimana rasanya benar-benar dipersiapkan untuk kuliah di luar negeri. Saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan belajar dari program ini,” ujarnya.
Siswa lainnya, M. Kafka, juga mengaku proses pendampingan berlangsung intensif dengan dukungan penuh dari tenaga pengajar.
“Karena persiapan yang cukup intensif dan dibantu oleh guru-guru hebat, alhamdulillah kami bisa mencapai prasyarat yang diperlukan,” tuturnya.
Stella turut memberi apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan yang dinilai menjadi elemen penting dalam keberhasilan para siswa memperoleh LoA dari kampus internasional.
Di Aceh, pengembangan program Sekolah Garuda juga terus diperluas. Pemerintah menargetkan pembangunan SMA Garuda baru di wilayah Aceh Utara pada 2026 sebagai bagian dari ekspansi nasional program pendidikan unggulan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menilai kehadiran Sekolah Garuda akan menjadi fondasi lahirnya generasi Aceh yang mampu bersaing di panggung global.
“Harapan kami kepada SMA Garuda dan Garuda Transformasi adalah lahirnya generasi-generasi baru Aceh. Generasi yang mampu membaca, mengolah, mendistribusikan, dan memberi nilai tambah kepada produk-produk lokal. Generasi yang mampu membawa Aceh masuk ke dalam ekonomi global dan menjadi bagian penting dari kekuatan ekonomi Indonesia,” tegasnya.
Sebelumnya, pemerintah juga telah menetapkan SMAN 10 Fajar Harapan sebagai salah satu sekolah Garuda Transformasi pertama di Indonesia sejak 2025.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

