Program “Jemput Mustahiq”, Inovasi Baitul Mal Aceh Selatan Hadirkan Layanan Zakat Lebih Dekat

Share

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan menghadirkan inovasi layanan sosial melalui program “Jemput Mustahiq”, yang kini menjangkau langsung masyarakat di tingkat kecamatan.

Program ini dilaksanakan di lima kecamatan, yakni Labuhanhaji Timur, Sawang, Kluet Utara, Bakongan, dan Trumon Tengah. Langkah ini menjadi upaya menghadirkan layanan zakat dan infak yang lebih dekat, cepat, serta mudah diakses oleh masyarakat.

Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, mengatakan program tersebut bukan sekadar penambahan titik layanan, melainkan bentuk transformasi dalam pelayanan sosial.

“Program Jemput Mustahiq ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Kita tidak lagi menunggu masyarakat datang, tetapi kita yang menjemput kebutuhan mereka, memastikan pelayanan zakat dan infak benar-benar dirasakan secara cepat, mudah, dan bermartabat,” ujar Gusmawi.

Ia menjelaskan, program ini memberi kemudahan bagi mustahiq, terutama dalam mengakses layanan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Tapaktuan.

“Selama ini banyak masyarakat harus menempuh puluhan kilometer hanya untuk mengurus bantuan. Dengan layanan ini, mereka bisa mengakses langsung di kecamatan masing-masing, sehingga lebih hemat biaya, waktu, dan tenaga,” tambahnya.

Selain mendekatkan layanan, program ini juga mempermudah proses administrasi. Mustahiq dapat melengkapi berkas secara langsung dengan pendampingan petugas, sehingga meminimalisir kesalahan dan mempercepat proses pengajuan hingga realisasi bantuan.

“Tidak hanya dilayani, mustahiq juga didampingi hingga bantuan benar-benar diterima. Ini penting agar tidak ada yang terlewat dan semua berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Gusmawi menambahkan, program ini turut memberikan manfaat luas, mulai dari pemerataan layanan sosial hingga ke gampong, meningkatnya kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat dan infak, hingga percepatan dampak kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah gampong dan kecamatan juga merasakan kemudahan melalui peningkatan koordinasi, percepatan validasi data, serta penguatan sinergi dengan Baitul Mal.

“Dengan adanya petugas di kecamatan, proses verifikasi bisa dilakukan langsung di lapangan. Ini membuat data mustahiq lebih valid dan program lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

Bagi internal Baitul Mal, program ini juga meningkatkan efisiensi kerja, baik dari sisi sumber daya manusia maupun operasional. Monitoring dan evaluasi program dapat dilakukan lebih cepat dan real-time.

Selain itu, berbagai kemudahan lain turut dirasakan, seperti berkurangnya antrean di kantor Baitul Mal di Tapaktuan, percepatan sosialisasi program, serta kemampuan menjangkau wilayah terpencil dan menangani kondisi darurat secara lebih responsif.

Gusmawi menegaskan, program ini merupakan langkah nyata dalam menghadirkan pelayanan publik yang humanis, profesional, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Ini adalah pelayanan yang benar-benar hadir dekat dengan masyarakat, mudah diakses, cepat, dan responsif. Kita ingin memastikan bahwa setiap mustahiq mendapatkan haknya dengan cara yang bermartabat,” tegasnya.

Melalui program Jemput Mustahiq, Baitul Mal Aceh Selatan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan zakat dan infak agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img

Read more

Local News