NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh menggelar kegiatan pengembangan kompetensi bertema pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk penyusunan perencanaan berbasis bukti. Kegiatan ini berlangsung di Aula BPSDM Aceh dan diikuti oleh Kepala Subbagian Program serta Pejabat Fungsional Perencana dari Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), Senin (6/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala BPSDM Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses perencanaan pembangunan yang lebih akurat dan berbasis data.
Menurutnya, integrasi AI dalam pemerintahan bukan lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi kebutuhan mendesak dalam tata kelola modern. Teknologi ini dinilai mampu membantu menghasilkan kebijakan yang lebih presisi, efisien, dan tepat sasaran.
Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan AI dalam penyusunan perencanaan berbasis bukti dapat memperkuat kualitas analisis data serta mendorong pengambilan keputusan yang lebih objektif. Dengan demikian, proses perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara lebih terukur dan berdampak nyata.
Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua tahapan, yakni sesi pembukaan di Aula BPSDM Aceh dan dilanjutkan dengan praktik langsung di Laboratorium Komputer. Peserta diberikan pengalaman langsung dalam memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung tugas-tugas perencanaan.
Dalam arahannya, Marthunis turut menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh telah menerbitkan dua regulasi strategis, yaitu pembentukan Aceh Corporate University (Aceh CorpU) serta instruksi pemenuhan kompetensi minimal 20 jam pelajaran per tahun bagi setiap aparatur.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, ia mendorong peserta untuk membentuk Community of Practice (CoP) sebagai wadah pembelajaran bersama. Melalui CoP, diharapkan terjadi percepatan berbagi pengetahuan, peningkatan kompetensi secara kolaboratif, serta lahirnya praktik terbaik dalam menyelesaikan berbagai tantangan pekerjaan.
Lebih lanjut, CoP dinilai dapat memperkuat implementasi Aceh CorpU dengan memastikan pengembangan kompetensi aparatur selaras dengan kebutuhan strategis organisasi. Praktik-praktik terbaik yang dihasilkan juga diharapkan dapat disebarluaskan ke seluruh unit kerja secara efektif.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aparatur perencana di lingkungan Pemerintah Aceh dalam memanfaatkan teknologi AI secara optimal. Dengan kompetensi yang terus berkembang, aparatur diharapkan dapat menghasilkan perencanaan yang lebih inovatif, adaptif, dan berbasis bukti.
Melalui kegiatan ini, BPSDM Aceh menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital di sektor pemerintahan, khususnya untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News



