Nilai Tukar Petani Aceh Turun 0,88 Persen pada Maret 2026

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Nilai Tukar Petani (NTP) di Aceh pada Maret 2026 tercatat sebesar 124,10 atau turun 0,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan melemahnya daya beli petani di tengah dinamika harga komoditas pertanian.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, mengatakan bahwa penurunan NTP dipengaruhi oleh turunnya indeks harga yang diterima petani.

“Berdasarkan hasil pemantauan survei harga pedesaan, diperoleh nilai tukar petani sebesar 124,10 dan ini mengalami penurunan sebesar 0,88 persen dibandingkan Februari 2026,” ujar Ilham dalam konferensi pers virtual, dikutip Nukilan, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, penurunan tersebut terutama disebabkan oleh melemahnya harga sejumlah komoditas utama. Ia menyebut komoditas seperti gabah, kakao (cokelat biji), dan cabai rawit menjadi penyumbang utama penurunan indeks harga yang diterima petani.

Secara tidak langsung, Tasdik menjelaskan bahwa turunnya harga komoditas tersebut berdampak pada pendapatan petani, sementara di sisi lain biaya yang harus dikeluarkan petani cenderung meningkat.

BPS mencatat, indeks harga yang diterima petani pada Maret 2026 sebesar 153,48 atau turun 0,80 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sebaliknya, indeks harga yang dibayar petani justru naik 0,08 persen menjadi 123,67.

Kenaikan indeks harga yang dibayar petani tersebut dipicu oleh meningkatnya harga beberapa komoditas konsumsi dan biaya produksi, seperti ikan bandeng, telur ayam ras, dan ikan kembung.

Meski secara umum NTP mengalami penurunan, Tasdik mengungkapkan bahwa tidak semua subsektor mengalami kondisi serupa. Beberapa subsektor justru mencatatkan peningkatan.

Ia menyebut subsektor tanaman perkebunan rakyat, peternakan, serta perikanan tangkap dan budidaya mengalami kenaikan NTP pada Maret 2026.

Dengan kondisi tersebut, BPS menilai dinamika NTP mencerminkan adanya ketimpangan pergerakan harga antar subsektor pertanian di Aceh. Pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperhatikan stabilitas harga komoditas utama guna menjaga kesejahteraan petani. []

Reporter: Sammy

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News