NUKILAN.ID | JANTHO — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag) mulai mendorong pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di berbagai wilayah pada 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Diskopukmdag Aceh Besar, Drs. Sulaimi, M.Si, mengatakan progres pembangunan fisik masih berada pada tahap awal. Pemerintah saat ini memprioritaskan penyelesaian aspek administrasi, terutama kesiapan lahan di setiap lokasi.
“Pembangunan dilakukan bertahap. Saat ini fokus utama memastikan kesiapan lahan terlebih dahulu,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Berdasarkan data rekap 2026, terdapat lebih dari 100 titik lokasi yang direncanakan untuk pembangunan gedung KDMP. Namun, progres fisik yang telah berjalan masih terbatas dan sebagian besar berada di bawah 5 persen.
Meski demikian, sejumlah titik mulai memasuki tahap konstruksi aktif dengan progres berkisar 30 hingga 50 persen. Hal ini menunjukkan sebagian lokasi telah bergerak ke fase pembangunan menengah, meski belum merata.
Di sisi lain, hanya sedikit titik yang telah mencapai tahap akhir atau mendekati penyelesaian. Sementara itu, beberapa lokasi masih memiliki progres sangat rendah dan menjadi prioritas percepatan.
Dari sisi lahan, perkembangan menunjukkan tren positif. Hingga 31 Maret 2026, sebagian besar lokasi telah memiliki kejelasan status administrasi dan kesiapan untuk dibangun.
“Alhamdulillah, penyediaan lahan sudah cukup baik. Ini menjadi dasar untuk mendorong percepatan pembangunan fisik,” kata Sulaimi.
Ia menjelaskan perbedaan antara kesiapan lahan dan progres fisik merupakan hal wajar dalam proyek berskala besar. Tahapan perencanaan, verifikasi, dan administrasi perlu diselesaikan lebih dulu untuk menghindari kendala di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, lanjutnya, akan terus melakukan monitoring dan evaluasi di seluruh titik pembangunan, sekaligus memperkuat koordinasi agar proses konstruksi segera berjalan di lokasi yang telah siap.
“Kami optimistis dalam beberapa bulan ke depan progres akan meningkat seiring rampungnya tahapan administrasi,” ujarnya.
Secara keseluruhan, pembangunan KDMP di Aceh Besar telah berjalan, meski belum merata di seluruh wilayah. Pemerintah menargetkan percepatan di titik-titik yang tertinggal agar pembangunan lebih seimbang.
Program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa melalui koperasi, sekaligus meningkatkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh Besar.







