NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Pengurus Forum Peduli Kluet Raya (FPKR) melakukan kunjungan silaturahmi ke Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Senin (30/3/2026), sebagai upaya memperkuat kolaborasi di bidang sosial dan kemanusiaan.
Rombongan yang dipimpin Ketua Umum FPKR, Tabrani Atim, bersama jajaran pengurus dan pendiri, disambut langsung oleh perwakilan Baitul Mal Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, yang akrab disapa Ogek Agus.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kedua pihak membahas penguatan sinergi dalam merespons berbagai persoalan sosial di wilayah Kluet Raya.
Dalam kesempatan itu, Gusmawi Mustafa mengapresiasi kiprah FPKR yang dinilai aktif dan responsif terhadap berbagai musibah di masyarakat, khususnya di wilayah Pasie Raja, Kluet Utara, Kluet Tengah, Kluet Selatan, dan Kluet Timur.
Menurutnya, FPKR telah menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana maupun kondisi darurat.
“FPKR adalah lembaga pertama yang langsung berkomunikasi dan berkoordinasi ketika terjadi musibah di wilayahnya. Ini sudah menjadi tradisi yang sangat baik. Tidak lebih dari hitungan 10 menit, mereka langsung menghubungi kami,” ujar Ogek Agus.
Ia menambahkan, meskipun belum terikat dalam kerja sama formal, hubungan kemitraan antara FPKR dan Baitul Mal Aceh Selatan telah terjalin sejak awal berdirinya FPKR dan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selama ini, FPKR dikenal aktif menjalankan berbagai program sosial, seperti respons cepat terhadap musibah kebakaran, kematian, dan kecelakaan, penggalangan dana untuk warga yang membutuhkan biaya pengobatan, santunan bagi anak yatim dan dhuafa, hingga gerakan donasi berbasis komunitas.
Program-program tersebut dinilai menjadi bukti nyata kehadiran FPKR di tengah masyarakat Kluet Raya.
Sementara itu, Ketua Umum FPKR, Tabrani Atim, menyebutkan bahwa silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dengan Baitul Mal Aceh Selatan.
“Kami sangat mengapresiasi keterbukaan dan respons cepat dari Baitul Mal selama ini. Ini menjadi kekuatan bagi kami dalam bergerak di lapangan,” kata Tabrani.
Ia menegaskan, FPKR lahir dari semangat kepedulian masyarakat, sehingga setiap gerakan yang dilakukan bertujuan memastikan tidak ada warga yang menghadapi musibah sendirian.
“Kolaborasi ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk memperluas manfaat dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Tabrani juga menyatakan kesiapan FPKR untuk mendukung berbagai program Baitul Mal Aceh Selatan, termasuk berpartisipasi dalam kegiatan edukasi publik seperti Podcast Kito Sahabat Zakat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati sejumlah poin penting, antara lain memperkuat koordinasi dan komunikasi, mendukung program-program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat, serta meningkatkan respons bersama dalam penanganan isu kemanusiaan.
Selain itu, FPKR juga menyatakan kesediaannya untuk terlibat sebagai narasumber dalam program Podcast Kito Sahabat Zakat.
Silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga mempertegas komitmen kedua lembaga dalam mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
FPKR hadir sebagai simbol kepedulian sosial berbasis masyarakat, sementara Baitul Mal Aceh Selatan terus berkomitmen mengelola zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.
Dengan sinergi yang semakin kuat, pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kluet Raya, diharapkan dapat semakin optimal. Kebaikan tidak perlu menunggu besar, cukup dimulai dari kepedulian yang tulus dan tindakan yang cepat.







