Plt Kadistanbun Aceh Tinjau Perkembangan Padi Gogo di Aceh Utara

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, meninjau langsung perkembangan tanaman padi gogo di lahan terdampak bencana hidrometeorologi di Matang Siujuek, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (27/3/2026).

Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala UPTD Mektan, Zubir Syahputra, SE, MM, serta Kepala Dinas Pertanian Aceh Utara, Erwandi, SP, M.Si.

Dalam keterangannya, Senin (30/3/2026), Azanuddin menyampaikan pihaknya terus berupaya memfasilitasi penanganan sesuai kewenangan yang dimiliki. Ia juga mengungkapkan bahwa total luas lahan persawahan terdampak bencana di Aceh mencapai 57.364 hektare per 6 Februari 2026, dengan rincian rusak ringan 27.437 hektare, rusak sedang 13.651 hektare, dan rusak berat 16.276 hektare.

“iya kita telah melakukan kunjungan langsung kelapangan untuk melihat kerusakan ringan dan sebagian sedang, saat ini sedang diproses melalui Kementerian Pertanian. Sementara kerusakan berat direncanakan ditangani oleh Kementerian PUPR,”

Ia meminta seluruh pihak, termasuk dinas terkait di kabupaten/kota dan masyarakat, untuk segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan agar proses pemulihan dapat segera dilakukan.

Kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan Azanuddin ke lokasi tersebut. Sebelumnya, ia hadir saat penanaman perdana sekitar 42 hari lalu bersama Kabid Tanaman Pangan Distanbun Aceh, Safrizal. Peninjauan kali ini bertujuan untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus memberikan semangat dan apresiasi kepada petani, serta LSM GNRI Aceh dan GNRI Aceh Utara yang menjadi pelopor penanaman padi gogo di lahan terdampak bencana.

Usai peninjauan, Azanuddin juga berdialog dengan kelompok tani di rumah warga. Dalam diskusi tersebut, petani menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, seperti bantuan pompa air dan tambahan benih padi gogo untuk memperluas areal tanam.

“Kita harus mengembalikan kondisi sawah minimal seperti sebelum bencana, bahkan kalau bisa lebih baik,, astacita pemerintah pusat harus kita jalankan ” tegasnya.

Ia menambahkan, sesuai arahan pemerintah, Aceh harus tetap menjaga kontribusi terhadap ketahanan dan swasembada pangan nasional, termasuk mempertahankan Luas Baku Sawah (LBS).

“Perbaikan lahan akan terus dilakukan meski membutuhkan waktu dan perjuangan panjang,” tutupnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News