Kementerian PU Genjot Padat Karya Tunai di Aceh untuk Pulihkan Infrastruktur dan Dongkrak Penghasilan Warga

Share

NUKILAN.ID | JAKARTA Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui program Padat Karya Tunai. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penanganan dampak bencana di wilayah Sumatera, termasuk menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Program tersebut difokuskan pada pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan fasilitas umum dan lingkungan warga terdampak. Realisasi kegiatan dipacu agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, terutama dalam bentuk tambahan penghasilan.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain pembersihan RSUD dan Jalan Rantau yang sebelumnya tertimbun lumpur pascabanjir. Selain itu, pekerjaan pemasangan bronjong juga dilakukan di Sungai Sibarau, Sumatera Utara, untuk memperkuat tebing sungai dan mencegah erosi lanjutan. Seluruh proses dikerjakan dengan melibatkan masyarakat setempat melalui skema padat karya.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan pola padat karya efektif diterapkan dalam situasi tanggap darurat.

“Semua pekerjaan pembersihan kawasan dilakukan menggunakan pola padat karya. Di Tamiang, masyarakat membersihkan lumpur dari rumahnya. Ada kubikasi minimum yang kita tentukan agar bisa dibayar, setelah itu akan ada excavator yang mengambil dan membawa ke TPA yang juga kita perbaiki supaya bisa menampung lumpur-lumpur tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut bukan hanya mempercepat pemulihan kawasan terdampak, tetapi juga memberikan kepastian upah bagi warga. Pemerintah memastikan pembayaran dilakukan sesuai volume pekerjaan yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui koordinasi lintas satuan kerja dengan dukungan berbagai pihak. Warga secara gotong royong membersihkan material lumpur, memperbaiki saluran, hingga memperkuat struktur pengaman sungai. Sementara itu, alat berat difungsikan untuk membantu proses pengangkutan material ke tempat pembuangan akhir.

Dengan kombinasi tenaga masyarakat dan dukungan peralatan mekanis, progres pemulihan menunjukkan hasil signifikan. Infrastruktur yang sempat terganggu perlahan kembali berfungsi.

Program Padat Karya Tunai ini menjadi wujud komitmen Kementerian PU dalam pengelolaan infrastruktur dan sumber daya air secara responsif. Selain mempercepat pemulihan pascabencana, kebijakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Pemerintah berharap model serupa dapat diterapkan di berbagai wilayah terdampak lainnya, dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat sebagai kunci percepatan pemulihan.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News