Imigrasi Aceh Bangun Sumur Bor untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana di Pidie Jaya

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Aceh memberikan bantuan pembangunan sumur bor di Kabupaten Pidie Jaya sebagai upaya mendukung percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi.

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, di Banda Aceh, Kamis (26/2/2026), mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Imipas Peduli yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.

“Sumur bor Imipas Peduli tersebut diserahkan kepada Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Ummul Ayman. Kami berharap sumur bor ini bermanfaat bagi civitas akademika maupun masyarakat dalam memenuhi air bersih,” katanya.

Penyerahan bantuan berlangsung di Kabupaten Pidie Jaya pada Rabu (25/2/2026). Tato Juliadin Hidayawan menyerahkan bantuan tersebut didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh beserta jajaran.

Bantuan sumur bor diterima langsung oleh Ketua Yayasan STIS Ummul Ayman, Tgk Muhammad Al-Mustafa. Kampus tersebut berada di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Prosesi serah terima ditandai dengan penandatanganan berita acara sebagai bukti selesainya pembangunan sumur bor yang merupakan bantuan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Tato Juliadin Hidayawan menjelaskan Program Imipas Peduli merupakan rangkaian kegiatan bakti sosial dalam memperingati Hari Bhakti Imigrasi ke-76 Tahun 2026. Program tersebut dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Aceh bersama jajaran sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya di wilayah terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya.

“Pembangunan sumur bor ini menjadi wujud komitmen Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Aceh dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat pascabencana,” kata Tato Juliadin Hidayawan.

Ia menambahkan, melalui program Imipas Peduli, institusi keimigrasian ingin memastikan kehadirannya tidak hanya sebatas pelayanan administrasi keimigrasian, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami berharap sumur bor tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam pemenuhan sumber air bersih masyarakat. Sumur bor ini sebagai bentuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana,” kata Tato Juliadin Hidayawan.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News