NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh terus memperkuat langkah menuju transisi energi berkelanjutan melalui kolaborasi strategis antara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh dan program kerja sama bilateral Indonesia-Denmark Energy Partnership Programme (INDODEPP). Melalui kerja sama ini, enam Aparatur Sipil Negara (ASN) dari enam Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) resmi memperoleh sertifikasi Manajer Energi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Program pelatihan intensif berlangsung pada 2–5 Februari 2026 di Banda Aceh. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga menjadi bagian dari agenda besar kemitraan energi antara Indonesia dan Denmark dalam mendorong efisiensi energi sektor publik.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali ASN dengan kompetensi profesional dalam mengelola konsumsi energi gedung pemerintahan secara lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan, sehingga mampu mendukung target transisi energi nasional.
Implementasi Regulasi Energi Nasional
Sertifikasi yang difasilitasi oleh PT Optima Environergi Consulta tersebut merupakan implementasi langsung berbagai regulasi nasional, yakni Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi, serta Permen ESDM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Manajemen Energi.
Melalui standar SKKNI, para peserta kini memiliki kemampuan strategis mulai dari melakukan audit energi hingga mengidentifikasi potensi pemborosan energi di lingkungan kerja masing-masing.
Penyerahan sertifikat kepada peserta yang lulus asesmen kompetensi dilaksanakan di Aula Dinas ESDM Aceh pada Selasa (10/02/2026). Sekretaris Dinas ESDM Aceh, Endra, S.T., M.Si., mewakili Kepala Dinas, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi ini merupakan investasi jangka panjang bagi daerah.
“Kami berterima kasih kepada INDODEPP atas dukungan nyata dalam pengembangan energi bersih dan konservasi di Aceh. Kami berharap para manajer energi ini menjadi pionir yang mengimplementasikan ilmunya secara konkret di instansi masing-masing,” ujar Endra.
Dukungan Denmark untuk Efisiensi Energi
Perwakilan INDODEPP sekaligus Head of Energy Cooperation Indonesia-Denmark dari Danish Energy Agency, Mikkel Kamp Hansen, turut mengapresiasi komitmen para peserta. Ia menilai sertifikasi ini menjadi langkah penting dalam menciptakan dampak nyata terhadap pengurangan emisi karbon.
“Para manajer energi ini adalah agen perubahan. Implementasi manajemen energi yang konsisten di gedung-gedung pemerintah akan berkontribusi signifikan terhadap efisiensi energi nasional dan menekan emisi karbon secara kolektif,” kata Mikkel.
Melalui hadirnya tenaga profesional baru di bidang manajemen energi, Pemerintah Aceh optimistis kebijakan konservasi energi daerah dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendukung target nasional menuju sistem energi yang lebih hijau dan efisien.
Daftar Manajer Energi Tersertifikasi
Enam ASN yang dinyatakan kompeten dan berhak menyandang gelar Certified Energy Manager (CEM) yakni:
-
Alfiansyah (Dinas Pertanian dan Perkebunan)
-
Ferdina (Dinas Sosial)
-
Hermaliza (Dinas Peternakan)
-
Poetrie Khairuny (Rumah Sakit Jiwa Aceh)
-
Syihabuddin (Satuan Polisi Pamong Praja)
-
Darmiati (Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral)
Program ini diharapkan menjadi fondasi awal lahirnya agen perubahan di lingkungan birokrasi Aceh dalam mendorong efisiensi energi serta pembangunan rendah emisi secara berkelanjutan.













