NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dihimpun LAZNAS BMH dimanfaatkan untuk mendukung kesiapan ibadah para penyintas bencana di Kabupaten Aceh Tamiang menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.
Melalui program bersih masjid dan penyaluran perlengkapan ibadah, BMH bersama relawan melakukan aksi di Masjid Babut Taqwa, Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, serta Masjid Al Hidayah, Pantai Cempa, Kecamatan Bandar Pusaka, Selasa (17/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, tim relawan membersihkan lantai, dinding, area wudhu, hingga fasilitas MCK yang sebelumnya terdampak banjir bandang. Selain itu, BMH juga menyalurkan bantuan berupa karpet sajadah, jam dinding, serta berbagai perlengkapan ibadah guna menggantikan fasilitas masjid yang rusak akibat bencana.
“Kondisi Masjid Babut Taqwa sebelumnya masih jauh dari ideal. Lantai keramik belum terpasang. Dinding dan plafon belum tersedia sehingga burung bebas masuk dan meninggalkan kotoran. Jamaah menggunakan terpal dan karpet seadanya untuk shalat berjamaah. Sound system pun rusak akibat banjir,” ungkap Adnan Korlap BMH di lokasi.
Jamaah Lebih Siap Sambut Ramadhan
Imam Masjid Babut Taqwa, Umar, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Ia menilai aksi bersih masjid dan penyaluran karpet membuat jamaah semakin siap menyambut bulan suci.
“Alhamdulillah, luar biasa kepedulian BMH kepada jamaah masjid. Insya Allah mereka lebih siap lagi menyambut dan mengisi Ramadhan,” ujarnya.
Sementara itu, di Masjid Al Hidayah Pantai Cempa, kebutuhan karpet layak pakai juga menjadi perhatian utama. Imam setempat menyebut kehadiran kembali tim BMH membawa semangat baru bagi jamaah yang masih menjalani proses pemulihan pascabencana.
Selain pemulihan sarana fisik, BMH turut menyalurkan mushaf Al-Qur’an melalui program Tebar Sejuta Al-Qur’an guna mendukung aktivitas tilawah selama Ramadhan yang dikenal sebagai Syahrul Qur’an.
Optimalisasi Zakat untuk Pemulihan Sosial
Adnan selaku Koordinator Lapangan BMH menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan umat tidak hanya digunakan untuk bantuan darurat semata, tetapi juga untuk pemulihan berkelanjutan.
“Dana tersebut diarahkan untuk memastikan penyintas dapat memasuki Ramadhan dengan sarana ibadah yang bersih, layak, dan mendukung kekhusyukan. Sebelum ini pendampingan berkelanjutan dalam program tanggap darurat dan recovery juga telah sukses BMH jalankan,” ungkapnya.
Program tersebut menunjukkan bahwa solidaritas umat melalui zakat tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membantu mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus ruang pemulihan sosial bagi masyarakat terdampak bencana.


