NUKILAN.ID | REDELONG – Gunung Api Burni Telong yang berada di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, masih berstatus Level II (Waspada) hingga Selasa (10/2/2026). Dalam 24 jam terakhir, aktivitas kegempaan vulkanik tercatat mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya.
Sebelumnya, gempa vulkanik hanya terjadi tiga kali dengan amplitudo 6–14 mm. Namun pada Rabu, jumlahnya meningkat menjadi tujuh kali gempa vulkanik dengan amplitudo 8–14 mm.
Selain gempa vulkanik, tercatat pula dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10–45 mm. Sementara itu, gempa tektonik lokal tidak terdeteksi.
“Untuk kegempaan vulkanik ada sedikit peningkatan, sementara gempa tektonik stagnan. Alhamdulillah untuk aktivitas kegempaan tektonik lokal menurun,” kata Petugas Pengamat Gunung Burni Telong, Suwardi Putra, Rabu (11/2/2026).
Suwardi mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, sembari berharap aktivitas gunung terus menurun sehingga status dapat kembali normal.
Sebagai langkah antisipasi, pihak pengamatan merilis sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan pendaki. Warga dilarang mendekati kawah aktif dalam radius tiga kilometer guna menghindari potensi bahaya.
Masyarakat juga diminta menjauhi area lubang gas belerang (fumarola dan solfatara), terutama saat cuaca mendung atau hujan, untuk mencegah risiko keracunan akibat akumulasi gas berbahaya.
Selain itu, Suwardi meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Pihak kami berharap, masyarakat jangan termakan isu Hoax, tentang aktivitas gunung BurnibTelong, silahkan tanyakan langsung langsung atau akses langsung situs resmi kami,” tuturnya.
Sebelumnya, Gunung Burni Telong sempat naik ke Level III (Siaga) pada Selasa malam, 30 Desember 2025, tepatnya pukul 22.45 WIB. Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menaikkan status tersebut setelah gunung diguncang 16 kali gempa.
Saat itu, ribuan warga dari Kampung Lampahan, Rembune, dan Pantan Pediangan mengungsi ke Kampus Unsyiah II yang dinilai lebih aman dari potensi erupsi.
Namun, setelah aktivitas kegempaan menunjukkan tren penurunan, Badan Geologi kembali menurunkan status Burni Telong menjadi Level II (Waspada) sejak Sabtu (3/1/2026).


