Meunasah Darurat di Pidie Jaya Dibangun di Atas Endapan Lumpur Banjir

Share

NUKILAN.ID | MEUREUDU – Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membangun meunasah (mushala) darurat di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Meunasah tersebut didirikan langsung di atas timbunan lumpur sisa banjir bandang yang telah mengeras sejak akhir November 2025.

“Meunasah sementara ini langsung dibangun di atas lumpur yang sudah mengeras. Lumpur ini tebalnya 2 sampai 2,5 meter dan tidak mungkin untuk dikeruk lagi,” kata Ketua Posko Darurat Kebencanaan Desa Manyang Cut, Teuku Nazarudin, Minggu (8/2/2026).

Desa Manyang Cut menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat luapan Sungai Meureudu yang membawa material lumpur dan kayu ke permukiman warga. Hingga kini, sisa lumpur masih menutupi sejumlah fasilitas umum, termasuk tempat ibadah.

Nazarudin menjelaskan, pembangunan meunasah darurat tersebut didanai oleh Kemenag dan Baznas serta dikerjakan dengan melibatkan warga setempat. Proses pembangunan telah berlangsung selama tiga minggu dan baru mencapai tahap penyelesaian atap dengan rangka baja.

Kebutuhan akan meunasah sementara dinilai mendesak karena Meunasah Krueng Baroh yang berada tak jauh dari lokasi masih tertimbun lumpur. Upaya pembersihan yang sempat dilakukan warga dan relawan kembali sia-sia ketika hujan turun dan air sungai meluap ke dalam bangunan.

Meunasah darurat ini memiliki luas sekitar 14×10 meter dengan konstruksi rangka baja, lantai panggung, serta dinding semipermanen setinggi 1,2 meter. Di kawasan tersebut juga dibangun sumur bor oleh Kementerian ESDM serta fasilitas toilet yang didukung oleh perusahaan konstruksi BUMN.

“Targetnya meunasah ini bisa selesai sebelum bulan Ramadhan. Tapi meski begitu, warga sudah sempat pakai saat malam nisfu syaban meski belum ada lampu dan kita shalat di tanah,” ujar Nazarudin.

Sementara itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh mencatat sekitar 98 persen dari total 737 masjid dan mushala yang terdampak bencana di Aceh telah kembali difungsikan, meskipun sebagian masih dalam kondisi darurat.

“Berdasarkan data yang telah diverifikasi, sudah 98 persen masjid dan mushala yang terdampak kembali berfungsi, tetapi masih dalam kondisi darurat,” kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, di Banda Aceh.

Menurut Azhari, Kemenag RI akan memberikan bantuan renovasi bagi masjid dan mushala yang mengalami kerusakan ringan hingga berat, masing-masing sebesar Rp50 juta untuk masjid dan Rp30 juta untuk mushala. Namun, bantuan tersebut tidak mencakup bangunan yang sudah tidak dapat digunakan sama sekali.

“Harapan kita, masjid/mushala yang rusak ini kembali bersih dan berfungsi dengan baik untuk masyarakat beribadah. Apalagi, sebentar lagi kita mau memasuki Ramadhan,” katanya.

spot_img

Read more

Local News