NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat Provinsi Aceh mengalami deflasi sebesar 0,15 persen pada Januari 2026 dibandingkan Desember 2025. Data tersebut dirilis BPS Aceh pada 2 Februari 2026, menandai penurunan harga sejumlah komoditas di awal tahun.
Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, menjelaskan bahwa deflasi bulanan paling besar disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini mengalami deflasi 2,01 persen dengan andil sebesar 0,79 persen terhadap deflasi Aceh pada Januari 2026.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar pada Januari,” ujar Tasdik dalam keterangan resminya, Senin 2 Februari 2026.
Sejumlah komoditas yang dominan mendorong deflasi antara lain telur ayam ras, cabai merah, beras, bahan bakar rumah tangga, dan minyak goreng. Penurunan harga komoditas tersebut dinilai berkontribusi langsung terhadap meredanya tekanan harga di tingkat konsumen.
Meski secara umum terjadi deflasi, BPS Aceh juga mencatat beberapa komoditas yang justru memberikan andil inflasi pada Januari 2026. Komoditas tersebut meliputi nasi dengan lauk, emas perhiasan, daging ayam ras, cabai rawit, serta mi.

