NUKILAN.ID | MEUREUDU – Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Peduli Bencana mulai terlibat langsung dalam upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana di Aceh. Kehadiran mereka disambut pemerintah daerah dan tokoh masyarakat Kabupaten Pidie Jaya dalam pertemuan yang digelar di Posko Media Center Kabupaten Pidie Jaya, Minggu (1/2/2026).
Tim mahasiswa tersebut didampingi Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito. Dalam pertemuan itu, tokoh masyarakat menyampaikan harapan agar kehadiran mahasiswa KKN dapat membantu warga yang kehilangan mata pencaharian, khususnya para petani yang lahan sawahnya tertutup tanah, batu, dan kayu akibat bencana.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Pidie Jaya, Saiful, M.Pd., menilai keberadaan mahasiswa KKN UGM memberikan ruang dan pengaruh besar bagi masyarakat di lokasi pengabdian.
“Kami dari pemerintah sangat bersyukur sekali. Mudah mudahan masyarakat bisa terbantu dan bangkit,” katanya.
Saiful mengungkapkan, hingga saat ini jumlah kerusakan di Kabupaten Pidie Jaya telah mencapai lebih dari 17 ribu, mencakup rumah warga, lahan pertanian, sarana dan prasarana, hingga infrastruktur. Kondisi tersebut berdampak langsung pada lumpuhnya aktivitas ekonomi dan hilangnya mata pencaharian masyarakat.
“Saya kira ini bisa berdampak meningkatkan angka kemiskinan di pidie jaya,” ungkapnya.
Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN PPM UGM Peduli Bencana dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait upaya dan strategi baru untuk membangkitkan sektor-sektor ekonomi agar dapat tumbuh kembali pascabencana.
Apresiasi serupa disampaikan tokoh masyarakat Pidie Jaya, Kamarudin Andalah. Alumnus UGM tersebut menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian UGM terhadap masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
“Kehadiran mahasiswa KKN semoga dapat memberikan pencerahan dan harapan baru. Dari berbagai pelayanan dasar dan harapan hidup mulai terkendala, dengan kehadiran mahasiswa dipandu dosen dan wakil rektor, memberikan harapan baru menuju kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang,” paparnya.
Dalam diskusi bersama mahasiswa KKN, Kamarudin menuturkan dampak bencana kali ini dirasakan lebih berat dibandingkan peristiwa sebelumnya.
“Pasca bencana tsunami (2004) masyarakat tidak makan hanya sehari, namun bencana ini, masyarakat yang kena bencana kesulitan makan berminggu-minggu,” katanya.
Ia menjelaskan, bencana kali ini berdampak pada 18 kabupaten dari 23 kabupaten/kota di Aceh, dengan wilayah terparah meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Pidie Jaya, Aceh Timur, dan Bener Meriah. Di Kabupaten Pidie Jaya sendiri, enam dari delapan kecamatan terdampak, dengan kondisi terparah di Kecamatan Meurah Dua dan Bandar Dua.
Menurut Kamarudin, hingga kini kondisi sarana dan pelayanan publik, termasuk pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum lainnya, masih lumpuh akibat bencana. Oleh karena itu, ia berharap mahasiswa dapat membantu masyarakat Pidie Jaya yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan kini kehilangan pekerjaan karena lahan pertanian mereka tertutup material bencana.
“Saya selaku warga Pidie Jaya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya dan menyampaikan apresiasi, ada panggilan jiwa dan semangat kalian untuk membantu sesama warga indonesia,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Arie Sujito, menyampaikan sebanyak 30 mahasiswa KKN PPM UGM akan ditempatkan di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Utara. Penugasan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang terdampak bencana.
“Mahasiswa KKN ini bersama dosen akan berupaya membantu masyarakat dengan menghubungkan dari program lain yang sudah dikerjakan oleh tim kelompok kerja UGM dalam upaya mempercepat proses pemulihan,” jelasnya.
Arie menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mendorong pemulihan ekonomi dan psikologis masyarakat pascabencana. Peran berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, sangat dibutuhkan.
“Teman-teman dari UGM terus berupaya membuat program bisa mempercepat dan mengurangi beban masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, setelah dua bulan dilanda banjir dan tanah longsor, sebanyak 91.663 jiwa dari 24.280 kepala keluarga masih bertahan di pengungsian. Kondisi ini menunjukkan Aceh belum sepenuhnya pulih, dengan ribuan warga masih tinggal di tenda pengungsian hingga berbulan-bulan.
Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat membantu masyarakat bangkit kembali, termasuk melalui dukungan psikososial. Sebelum diterjunkan ke lokasi bencana, mahasiswa KKN PPM UGM telah dibekali pembelajaran terkait tugas utama yang akan dijalankan, meliputi pembangunan hunian sementara (huntara), sanitasi, energi, pengadaan listrik, serta pendampingan psikososial.

