NUKILAN.ID | JAKARTA — Dampak bencana alam hidrometeorologi yang melanda Provinsi Aceh terus menunjukkan angka yang signifikan. Hingga Minggu (11/1/2026) sore, jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur masih bertambah seiring proses pendataan di lapangan.
Dilansir Nukilan.id dari data Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh Tahun 2026 yang dirilis di Banda Aceh, Minggu (11/1/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 18 kabupaten/kota terdampak bencana.
Laporan dari Pusat Informasi dan Media Center Komdigi (Doc Rachmad Yuliadi Nasir) menyebutkan, total korban terdampak mencapai 670.842 kepala keluarga atau 2.583.376 jiwa. Dari jumlah tersebut, 545 orang dilaporkan meninggal dunia, 31 orang dinyatakan hilang, 4.939 orang mengalami luka ringan, dan 456 orang luka berat.
Selain korban jiwa, bencana juga memaksa puluhan ribu warga mengungsi. Tercatat terdapat 1.008 titik pengungsian yang menampung 57.444 kepala keluarga atau 216.857 jiwa.
Kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik juga cukup luas. Sebanyak 227 gedung atau kantor dilaporkan rusak, disusul 641 rumah ibadah, 149 fasilitas kesehatan, serta 1.766 fasilitas pendidikan yang terdampak.
Sementara itu, kerusakan infrastruktur transportasi meliputi 1.593 ruas jalan dan 468 unit jembatan.
Bencana hidrometeorologi ini juga menyebabkan kerugian besar pada sektor harta benda dan mata pencaharian warga. Data mencatat sebanyak 148.791 unit rumah mengalami kerusakan. Selain itu, 63.187 ekor ternak terdampak, 56.652 hektare sawah rusak, 100.376 hektare kebun terdampak, serta 32.341 hektare tambak mengalami kerusakan.
Pusat Informasi dan Media Center Komdigi menegaskan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat dinamis dan terus mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan kondisi serta hasil pendataan di lapangan. (XRQ)
Reporter: Akil

