NUKILAN.ID | IDI RAYEUK — Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh pada Kamis (8/1/2026) menyebabkan banjir melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Dilansi Nukilan.id dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, banjir merendam Kecamatan Langkahan, Tanah Jambo Aye, dan Lhoksukon. Sementara di Aceh Timur, banjir terjadi di Kecamatan Pante Bidari, Julok, Banda Alam, serta Indra Makmu.
Di Kecamatan Indra Makmu, ratusan warga terpaksa mengungsi, khususnya di Desa Seuneubok Cina dan Desa Alue Ie Mirah. Banjir dilaporkan mulai merendam permukiman penduduk hingga badan jalan dengan ketinggian air mencapai sekitar 80 sentimeter.
Ketua Forum Keuchik Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur, Romi Syahputra, dikutip dari Kompas.com menyebutkan bahwa banjir merendam sejumlah desa di wilayah tersebut, yakni Desa Pelita Sagop Jaya, Seneubok Cina, Julok Rayeuk Utara, Julok Rayeuk Selatan, Suka Makmu, Alue Ie Itam, Jambo Lubok, serta Desa Alue Ie Mirah.
“Di Desa Alue Ie Mirah telah dievakuasi warga rentan, seperti anak-anak dan lansia di tempat aman ke meunasah (mushala),” ujar Romi yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Alue Ie Mirah.
Sementara itu, warga di Desa Seneubok Cina dan Desa Pelita Sagop Jaya memilih mengungsi ke dataran yang lebih tinggi guna menghindari genangan air.
Romi menjelaskan, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Alue Mirah yang tidak memiliki tanggul dan mengalami pendangkalan.
“Banjir karena meluap Sungai Alue Mirah. Di sini sungai tidak ada tanggulnya, sungai sudah dangkal sehingga begitu hujan deras, air langsung meluap ke permukiman,” tuturnya. (XRQ)
Reporter: Akil

