NUKILAN.ID | JAKARTA — Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengusulkan agar Jaksa Penuntut Umum memeriksa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina dan anak usahanya periode 2018–2023.
Usulan tersebut disampaikan Ahok saat memberikan kesaksian dalam persidangan. Ia merujuk pada keterangannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP) di Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung.
Amatan Nukilan.id dai video persidangan tersebut, Ahok dalam kesaksiannya menyoroti pencopotan Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional periode 2021–2022 Joko Priyono dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga periode 2020–2021 Mas’ud Khamid oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menurut Ahok, keduanya merupakan figur dengan kapasitas terbaik di lingkungan Pertamina, namun dicopot tanpa alasan yang jelas.
Ia pun meminta jaksa untuk memeriksa pihak Kementerian BUMN, termasuk Jokowi yang dinilai mengetahui proses pencopotan tersebut.
“Makanya saya selalu bilang sama Pak Jaksa kenapa saya mau lapor pada jaksa? Periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot?”
Ahok menyebut Joko dan Mas’ud sebagai pimpinan anak usaha Pertamina yang berupaya menjalankan perubahan dan kebijakan yang ia dorong. Namun, justru keduanya menjadi sasaran pencopotan.
Ia juga mengungkapkan momen emosional saat mengetahui pencopotan tersebut.
“Ketika dia dicopot, saya pun mau nangis saya telepon dia. Dia bilang gini, ‘Pak sudahlah, saya di Jogja saja kerja las saja Pak,” dia bilang,”
Menurut Ahok, pencopotan tersebut mencerminkan praktik yang tidak berbasis meritokrasi di tubuh BUMN.
“Saya pikir BUMN ini keterlaluan gitu loh mencopot orang yang bukan meritokrasi. Kenapa orang yang mau melakukan apa yang saya ingin lakukan dicopot?”
Ia menilai Mas’ud dikenal sebagai sosok yang bersih karena enggan menandatangani keputusan yang terindikasi penyimpangan, sementara Joko disebut memiliki kemampuan terbaik di bidang kilang.

