NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Jhonlin Group kembali memperkuat upaya kemanusiaan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dengan menurunkan 40 personel Jhonlin Rescue. Pengerahan ini merupakan kelanjutan dari tahap tanggap darurat yang sebelumnya telah dilakukan perusahaan.
Koordinator Rescue Jhonlin sekaligus Direktur PT Dua Samudera Perkasa, Efgar Welmar Santos, menyebutkan bahwa sebelum pengiriman personel, Jhonlin telah lebih dulu menyalurkan 31 unit peralatan ke lokasi terdampak.
“Sebelumnya kami sudah lebih dulu mengirim 31 unit peralatan ke lokasi. Pada tahap ini, kami menurunkan tambahan sumber daya manusia yang tergabung dalam Jhonlin Rescue untuk mempercepat proses pemulihan di lapangan,” ujar Efgar.
Ia menjelaskan, personel yang diturunkan memiliki keahlian beragam, mulai dari tenaga medis dan dokter, operator alat berat, pengemudi, hingga personel berpengalaman dalam penanganan kebencanaan.
Dalam pelaksanaan tugas, seluruh personel akan difokuskan pada proses normalisasi dan pemulihan wilayah terdampak, baik melalui jalur darat maupun laut. Tim di lapangan dibagi menjadi dua kelompok kerja, yakni tim darat dan tim laut, dengan delapan personel khusus untuk operasi laut.
Efgar menegaskan bahwa seluruh personel yang diterjunkan berstatus sebagai relawan kemanusiaan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, keselamatan, serta sikap selama bertugas.
“Yang paling utama, berangkat dalam keadaan sehat, bekerja dengan semangat, dan pulang dalam keadaan selamat. Kita hadir di sana untuk membantu masyarakat, jadi jaga perilaku dan fokus pada misi kemanusiaan,” tegasnya.
Jhonlin berharap keterlibatan personel dan peralatan tersebut dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat Aceh Tamiang serta meringankan beban warga terdampak banjir.
Sementara itu, Direktur Plant Jhonlin Baratama sekaligus Koordinator Plant, Aries Yudi Kristanto, mengingatkan seluruh personel agar bijak dalam menggunakan media sosial selama menjalankan misi kemanusiaan.
“Saat ini apa pun yang kita lakukan mudah disorot banyak pihak. Jangan sedikit-sedikit membuat unggahan atau story tanpa pertimbangan,” ujar Aries.
Ia menyinggung pengalaman sebelumnya, di mana narasi di media sosial berkembang tidak sesuai fakta akibat unggahan yang tidak terkontrol. Menurutnya, hal tersebut berpotensi menimbulkan persepsi negatif meskipun niat awalnya baik.
“Kita sedang membawa nama perusahaan dan grup. Jangan sampai muncul narasi atau asumsi yang tidak pernah kita susun bersama,” tegasnya.
Aries menambahkan bahwa ketentuan terkait konten yang boleh dan tidak boleh dipublikasikan akan disampaikan oleh tim terkait. Ia kembali menekankan bahwa penugasan ini murni bersifat kemanusiaan.
“Ini misi kemanusiaan. Jadi tidak perlu setiap saat membuat story atau unggahan yang tidak perlu,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menghormati budaya dan aturan setempat selama bertugas di Aceh.
“Di mana pun kita bertugas, kita wajib mengikuti budaya dan aturan yang berlaku. Prinsipnya sederhana, kita harus tahu diri dan tahu tempat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan tugas, personel Jhonlin Rescue akan bekerja berdampingan dengan TNI. Akses ke wilayah penugasan dilakukan melalui Kementerian Pertahanan, sehingga setiap tindakan relawan dinilai membawa nama institusi.
“Jangan sampai perilaku kita justru mencoreng nama perusahaan maupun institusi yang memfasilitasi kehadiran kita,” kata Aries.
Terkait durasi penugasan, Aries menyebutkan belum ada kepastian waktu. Seluruh personel diminta siap menjalankan tugas dalam jangka waktu yang belum ditentukan.
“Kita tidak tahu sampai kapan bertugas di sana. Yang jelas, selama disana harus siaga penuh. Tidak ada cerita baru satu bulan sudah minta pulang,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek kemanusiaan tetap menjadi perhatian. Jika penugasan berlangsung lama, perusahaan akan mengupayakan sistem rotasi personel.
“Ini bukan janji, tapi akan kami upayakan. Karena itu sejak awal kami sudah melakukan penyaringan. Ini bukan penugasan untuk sekadar melihat-lihat, tapi misi kemanusiaan yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan disiplin,” pungkasnya.

