NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat terus meluas hingga mencapai sekitar sembilan hektare. Peristiwa ini terjadi di Desa Suak Raya dan Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, dan telah menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas serta kesehatan warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat masih melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik kebakaran.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan, “Saat ini upaya pemadaman masih terus kami lakukan.”
Rinciannya, luas lahan terbakar di Desa Suak Raya mencapai sekitar enam hektare, sedangkan di Dusun Ujong Beurasok, Desa Lapang, sekitar tiga hektare. Kebakaran yang telah berlangsung sejak pekan lalu itu diperparah oleh cuaca panas dan angin kencang sehingga api terus menjalar ke area lain.
Teuku Ronal menjelaskan bahwa kabut asap mulai dirasakan masyarakat sekitar dan berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra dalam memadamkan api di berbagai sisi lokasi kebakaran.
Ia menambahkan, “Saat ini jilatan api terus menjalar perlahan dan berpotensi meluas, karena tiupan angin di sekitar lokasi kejadian sangat kencang.”
Dalam proses pemadaman, BPBD Aceh Barat dibantu oleh personel TNI, Polri, serta masyarakat setempat guna mencegah kebakaran semakin meluas.
Selain fokus pada pemadaman, BPBD Aceh Barat juga membagikan masker kepada murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 Meulaboh di Desa Suak Raya sebagai langkah perlindungan kesehatan.
“Pembagian masker kepada murid SD ini sebagai upaya untuk melakukan edukasi kepada anak-anak, terhadap bahaya asap yang ditimbulkan dari bencana kebakaran lahan,” ujar Teuku Ronal.
BPBD turut memberikan sosialisasi kepada siswa mengenai bahaya kabut asap dan cara menghindarinya saat beraktivitas. Menurut Ronal, partikel halus dari asap kebakaran berisiko menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada anak-anak usia sekolah.
Sebagai langkah pencegahan dini, ratusan masker didistribusikan kepada siswa dan guru dengan dukungan stok dari Dinas Kesehatan Aceh Barat.
“Kesehatan anak-anak adalah prioritas utama. Kami ingin memastikan mereka terlindungi saat berada di area sekolah yang terpapar asap,” katanya.

