NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh mempercepat pemulihan jalur distribusi logistik untuk menekan laju inflasi pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Berdasarkan catatan pemerintah, inflasi Aceh tercatat mencapai 6,71 persen, dipicu oleh terganggunya aktivitas ekonomi dan distribusi akibat bencana. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemulihan pasar rakyat di 18 kabupaten/kota menjadi fokus utama.
Kepala Disperindag Aceh, T Adi Darma ST, menyebut pemerintah tengah menyiapkan tenda darurat agar pasar yang terdampak banjir tetap bisa beroperasi.
“Kami sedang mengupayakan penyediaan tenda jualan darurat agar pasar yang terdampak banjir tetap bisa beroperasi. Target kami, aktivitas ekonomi kembali normal sebelum Ramadhan,” ujarnya.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Data Sistem Pemantauan Pasar (SP2KP) mencatat sejumlah komoditas strategis yang sebelumnya mengalami lonjakan harga kini berangsur turun. Harga cabai yang sempat menyentuh Rp300.000 per kilogram, kini berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Sementara harga telur ayam kembali stabil di angka Rp55.000 per papan.
Untuk memperkuat pengendalian harga, Pemerintah Aceh juga akan menggelar Operasi Pasar Murah dan meminta Bulog menyalurkan beras SPHP serta Minyakita secara rutin ke pengecer.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan, serta meminta pelaku usaha mematuhi harga eceran tertinggi (HET) dan tidak menimbun barang.
“Pemerintah terus mengawasi dan akan mengambil tindakan tegas bagi pelaku usaha yang tidak mematuhi aturan, begitu juga masyarakat jangan panik, beli sesuai kemampuan dan kebutuhan jangan beli seuai keinginan,” imbau T Adi Darma.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga dan ketersediaan pangan tetap terjaga selama bulan Ramadhan, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana di seluruh wilayah Aceh.

