Warga Aceh Tamiang Merasa Nyaman di Hunian Sementara, Sampaikan Terima Kasih kepada Pemerintah

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Setelah lebih dari sebulan tinggal di tenda pengungsian, warga terdampak bencana di Aceh Tamiang kini mulai menempati hunian sementara (huntara) di Kompleks Rumah Hunian Danantara. Kehadiran hunian tersebut menghadirkan suasana baru bagi para pengungsi, terutama anak-anak dan para orang tua.

Anak-anak terlihat bebas berlarian dan bermain di taman bermain yang tersedia. Mereka tampak gembira menikmati ayunan dan ruang terbuka yang sebelumnya tidak mereka miliki selama tinggal di tenda darurat. Beberapa anak bahkan melompat-lompat di atas kasur yang bersih dan rapi di dalam unit hunian.

Orang tua pun terlihat lebih tenang. Mereka duduk di kursi taman yang berada di depan setiap unit sembari mengawasi anak-anak bermain, sebuah pemandangan yang jarang terlihat saat masih berada di pengungsian tenda.

Salah satu warga, Rika Jahara, mengungkapkan rasa syukurnya setelah menempati hunian tersebut.

“Senang sekali saya, senang. Rasanya jangan dipindah lagi. Terima kasih pemerintah sudah dikasih tempat tinggal kami. Soalnya rumah kita tidak ada lagi. Terima kasih pemerintah,” ujarnya penuh haru, Jumat (9/1/2026).

Hunian sementara itu dirancang dengan konsep fungsional dan jauh dari kesan darurat. Setiap unit dilengkapi satu pintu dan satu jendela untuk sirkulasi udara, dua tempat tidur, lemari, kipas angin, serta meja makan. Antarblok hunian tersambung oleh jalur yang dilapisi rumput buatan, disertai tanaman penghijauan di setiap pintu.

Selain itu, setiap unit memiliki meteran listrik mandiri dan akses wifi gratis dari Telkom Indonesia. Fasilitas pendukung lainnya juga tersedia, termasuk klinik kesehatan yang berada tak jauh dari kawasan hunian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Dokter Mustakif, memastikan pelayanan kesehatan bagi warga berjalan optimal.

“Di belakang kami, ini ada klinik kesehatan. Tiap hari dan tanpa ada hari libur, baik anak kecil, bayi, sampai dengan lansia, dengan yang penyintas ataupun yang beresiko, termasuk ibu hamil nanti,” katanya.

Keberadaan hunian sementara tersebut membe ri harapan baru bagi para penyintas bencana untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih layak dan aman sambil menunggu solusi hunian permanen.

Read more

Local News