NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan peringatan dini cuaca yang berlaku selama tiga hari, terhitung mulai 5 hingga 7 Januari 2026. Dalam rilis tersebut, Provinsi Aceh kembali masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem, terutama hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Berdasarkan peta peringatan cuaca BMKG, Aceh berada pada level WASPADA untuk seluruh periode tersebut. Rinciannya, pada Senin (5/1/2026), Selasa (6/1/2026), dan Rabu (7/1/2026), wilayah Aceh diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Risiko Bencana dan Imbauan Kesiapsiagaan
BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu oleh tingginya curah hujan. Beberapa risiko yang perlu diantisipasi antara lain banjir, tanah longsor—khususnya di kawasan perbukitan dan lereng—pohon tumbang, serta kondisi jalan licin dan tergenang.
Untuk meminimalkan dampak, warga diminta melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan, seperti rutin memantau perkembangan cuaca melalui situs resmi BMKG maupun aplikasi InfoBMKG, membersihkan saluran air di lingkungan sekitar, serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor apabila hujan lebat berlangsung dalam waktu lama.
BMKG menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
“Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem. Jika Sobat melihat atau terdampak bencana di sekitar, mari bergotong royong dengan melaporkannya melalui bit.ly/laporbencabot,” demikian imbauan resmi dari BMKG.
Untuk mendapatkan informasi cuaca yang lebih rinci hingga tingkat kelurahan atau desa, masyarakat dapat mengakses layanan informasi pada laman resmi BMKG. (XRQ)

