Flower Aceh Desak Pemerintah Bertindak Cepat Tangani Banjir Meluas di Aceh dan Sumatera

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Flower Aceh menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Aceh. Organisasi ini menilai situasi di lapangan masih sangat memprihatinkan, terutama bagi kelompok perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya yang membutuhkan respon cepat dan terkoordinasi dengan pendekatan kemanusiaan.

Koordinator Program Flower Aceh, Ernawati, menjelaskan bahwa kondisi di berbagai titik banjir menunjukkan kerusakan sarana dan prasarana, jembatan dan jalan yang terputus, hingga rusaknya fasilitas umum serta rumah warga. Meski air mulai surut, masyarakat tetap berada dalam kondisi siaga karena debit sungai masih tinggi dan berpotensi kembali meluap.

Krisis air bersih terjadi di banyak lokasi sehingga warga kesulitan mendapatkan air minum layak konsumsi. Minimnya penerangan juga menjadi masalah serius karena menghambat evakuasi, menyulitkan mobilitas perempuan dan anak, serta meningkatkan potensi risiko keamanan.

Selain itu, panic buying di pasar mengganggu distribusi logistik dan mendorong kenaikan harga bahan pokok. Beberapa kebutuhan seperti telur bahkan disebut sulit ditemukan, sehingga memperberat beban ekonomi keluarga, terutama perempuan kepala keluarga dan rumah tangga berpenghasilan rendah.

Flower Aceh memetakan sejumlah kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak banjir di wilayah kerja mereka. Kebutuhan tersebut mencakup air bersih dan air minum, penerangan darurat, sembako dan makanan siap saji, serta kebutuhan spesifik perempuan, bayi, lansia, dan penyandang disabilitas seperti makanan bayi, popok, pembalut, pakaian dalam, selimut, dan kit darurat.

Pakaian layak pakai juga dibutuhkan lantaran banyak pakaian dan perlengkapan rumah tangga terendam lumpur. Obat-obatan untuk penanganan gatal, diare, infeksi kulit, demam, dan penyakit umum lainnya juga menjadi kebutuhan penting.

Melihat perkembangan situasi, Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, mendesak pemerintah untuk mengambil langkah cepat, tepat, dan terukur dalam merespon banjir Aceh. Ia meminta penguatan koordinasi lintas lembaga serta distribusi bantuan yang adil dan tidak diskriminatif.

Flower Aceh juga mendorong pemerintah menetapkan status Bencana Nasional mengingat luasnya dampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Riswati menekankan pentingnya memastikan akses bagi kelompok rentan dalam proses evakuasi, distribusi bantuan, hingga tahap pemulihan.

Pemerintah juga diminta menjamin penyediaan air bersih, makanan bergizi melalui dapur umum, penerangan, lokasi pengungsian yang ramah perempuan dan anak, serta layanan kesehatan untuk mencegah krisis lanjutan.

Selain itu, Flower Aceh meminta pemerintah mengendalikan lonjakan harga kebutuhan pokok agar masyarakat tidak semakin terpuruk secara ekonomi.

Flower Aceh bersama Forum PRB, Koalisi NGO HAM, Walhi Aceh, YPANBA, dan jejaring masyarakat sipil lainnya berkomitmen terlibat dalam respon bencana, memantau situasi di lapangan, serta memastikan suara dan kebutuhan masyarakat — termasuk perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan — tetap menjadi perhatian utama dalam penanganan bencana.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News