NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menyambut peringatan Milad ke-113 tahun pada 18 November 2025, Muhammadiyah kembali menegaskan posisi historisnya sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar yang membawa gerakan pencerahan di Indonesia. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah merilis tema serta logo resmi peringatan tahun ini, sembari mengajak publik melihat kembali perjalanan panjang organisasi yang lahir lebih dari satu abad lalu.
Dilansir Nukilan.id, tema milad tahun ini adalah “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, sebuah pesan yang menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, merefleksikan komitmen organisasi untuk terus memperluas praktik kesejahteraan sosial-ekonomi yang bertumpu pada nilai-nilai rohaniah.
“Gerakan Muhammadiyah harus mampu melahirkan kesejahteraan lahir dan batin. Di saat yang sama, kami mendorong kebijakan pemerintah agar mewujudkan keadilan sosial yang nyata, khususnya bagi rakyat kecil,” ujar Haedar.
Jejak Sejarah yang Panjang Sejak 1912
Muhammadiyah lahir pada 8 Zulhijah 1330 H atau 18 November 1912 M di Yogyakarta. Organisasi ini didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan, seorang pembaru yang gelisah melihat kondisi umat Muslim pada awal abad ke-20 yang kala itu dinilai mengalami kemunduran dalam pendidikan, sosial, dan keagamaan.
Gerakan yang digagas K.H. Ahmad Dahlan berangkat dari semangat tajdid (pembaharuan), dengan fokus pada pemurnian ajaran Islam dan peningkatan kualitas hidup umat melalui pendidikan, pelayanan sosial, dan kesehatan. Dalam kurun satu abad lebih, Muhammadiyah berkembang pesat, membangun ribuan sekolah, rumah sakit, universitas, hingga panti asuhan di seluruh Indonesia.
Pakar sejarah kerap menyebut Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi yang memainkan peran penting dalam modernisasi Islam Indonesia, sekaligus menjadi motor sosial yang konsisten menyuarakan kemajuan dan keadilan.
Logo Milad 113: Semangat Berkelanjutan
Bersamaan dengan tema, PP Muhammadiyah juga merilis logo Milad ke-113. Logo tersebut menampilkan angka 113 berbentuk pita yang menyambung tanpa putus, menggambarkan kesinambungan perjuangan sejak masa pendirian hingga kini.
Beberapa makna visual dalam logo tersebut antara lain:
-
Pita tak terputus: melambangkan perjuangan Muhammadiyah yang terus berlanjut dari generasi ke generasi.
-
Angka 113: identitas usia Muhammadiyah.
-
Bentuk dinamis dan lentur: menandakan kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman.
-
Siluet atap Gedung Sate: simbol kota Bandung sebagai tuan rumah Milad ke-113.
-
Simbol matahari: ikon khas Muhammadiyah yang menggambarkan pencerahan dan harapan.
PP Muhammadiyah turut menyediakan tautan resmi untuk mengunduh logo dan panduan penggunaannya, agar dapat dipakai seragam oleh seluruh warga Muhammadiyah di daerah.
Menghidupkan Semangat Keadilan Sosial
Perayaan milad bukan hanya mengingat perjalanan panjang Muhammadiyah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi terhadap bangsa. Dalam usianya yang ke-113, Muhammadiyah diharapkan terus hadir sebagai gerakan keagamaan yang membawa pencerahan, memperkuat nilai kemanusiaan, dan mendorong terwujudnya kesejahteraan umum sesuai amanat UUD 1945 dan Pancasila.
Dengan warisan pemikiran K.H. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah telah membuktikan diri sebagai organisasi modern yang tidak hanya berfokus pada dakwah, tetapi juga menjadi penggerak sosial bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Reporter: AKIL





