NUKILAN.id | Banda Aceh — Balai Diklat Keagamaan (BDK) Provinsi Aceh dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh sepakat memperkuat kerja sama mereka. Hal ini ditandai dengan pembahasan adendum Memorandum of Understanding (MoU) terkait pemanfaatan wisma tamu dan rumah dinas Wakil Rektor IV, Rabu (14/5/2025).
Pertemuan yang berlangsung di Banda Aceh ini dihadiri oleh Kepala BDK Aceh, Qadriyah, dan Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahma, serta sejumlah pejabat terkait dari kedua institusi.
Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keagamaan di Aceh. Selain itu, adendum tersebut juga diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan aset milik UIN Ar-Raniry secara lebih produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BDK Aceh Qadriyah menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan UIN Ar-Raniry selama ini.
“Kami mengapresiasi kontribusi UIN Ar-Raniry yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan pendidikan dan pelatihan di BDK Aceh. Semoga kerja sama ini akan terus terwujud untuk mengembangkan kompetensi pegawai Kementerian Agama di wilayah Provinsi Aceh,” ungkap Qadriyah.
Pernyataan ini menegaskan bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam penguatan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama, khususnya di Provinsi Aceh.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Mujiburrahma memastikan bahwa pihaknya akan terus mendukung kegiatan BDK Aceh.
“Jika sewaktu-waktu BDK Aceh membutuhkan fasilitas wisma UIN, kami siap membantu sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal positif atas kelanjutan kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan.
Selain Qadriyah dan Mujiburrahma, pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama UIN Ar-Raniry, Mirwan Fasta. Ia turut didampingi oleh Tim Pusat Pengembangan Bisnis UIN serta Kassubag Tata Usaha BDK Provinsi Aceh.
Dengan penandatanganan adendum MoU ini, kedua lembaga berkomitmen memperkuat sinergi dan mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas di Aceh.
Editor: Akil







