Thursday, 15 October 2026 Banda Aceh 25°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Daerah

Pemerintah Aceh Terima Sementara Pengelolaan Kolam Renang Tirta Raya

Plt. Sekda Aceh, M. Nasir S.IP, MPA, bersama Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Aceh, Ir. Larap Kemayan Estu melakukan penandatanganan dokumen penyerahan sementara pengelolaan aset venue Kolam Renang Tirta Raya dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Aceh kepada Pemerintah Aceh, di Ruang Rapat Sekda Aceh, Banda Aceh, Senin (24/3/2025).
Plt. Sekda Aceh, M. Nasir S.IP, MPA, bersama Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Aceh, Ir. Larap Kemayan Estu melakukan penandatanganan dokumen penyerahan sementara pengelolaan aset venue Kolam Renang Tirta Raya dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Aceh kepada Pemerintah Aceh, di Ruang Rapat Sekda Aceh, Banda Aceh, Senin (24/3/2025).

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh resmi menerima pengelolaan sementara Kolam Renang Tirta Raya dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Aceh. Serah terima ini ditandai dengan penandatanganan dokumen oleh Plt Sekda Aceh, M. Nasir, dan Kepala Satker Prasarana Permukiman Provinsi Aceh, Larap, di Ruang Rapat Sekda Aceh, Senin (24/3/2025).

Kolam renang yang telah direnovasi sejak Juli 2024 itu dipersiapkan sebagai venue pertandingan cabang olahraga renang dalam PON XXI Aceh-Sumut. Kepala Satker Prasarana Permukiman Provinsi Aceh, Larap, menyebut bahwa fasilitas tersebut kini berstandar internasional, meskipun sertifikasi resminya masih dalam proses pengurusan.

Plt Sekda Aceh, M. Nasir, menyambut baik penyerahan pengelolaan sementara tersebut. Ia menegaskan bahwa setelah PON XXI, kolam renang ini akan dibuka untuk masyarakat sebagai sarana olahraga.

“Insya Allah fasilitas yang sudah sangat baik ini akan kita rawat dengan baik,” kata Nasir.

Turut hadir dalam acara penandatanganan tersebut, Kepala BPKA Reza Saputra dan Inspektur Aceh Jamaluddin.

Sementara itu, peluang pengembangan ekonomi kreatif di Aceh juga menjadi perhatian. Zulkifli menegaskan bahwa, “Peluang ekonomi kreatif di Aceh sangat besar, khususnya bagi generasi muda. Namun, promosi dan pembinaan terhadap mereka harus lebih intensif.”

Editor: Akil