NUKILAN.id | Banda Aceh – Tren #KaburAjaDulu tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Ungkapan ini mencerminkan minat warganet untuk meninggalkan Indonesia dan mencoba peruntungan di luar negeri, baik untuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menilai tren ini sebagai sesuatu yang positif, dengan syarat para pekerja migran membekali diri dengan keterampilan yang memadai.
“Dengan catatan, masyarakat yang memiliki keinginan (untuk) terlebih dahulu meningkatkan keterampilan dan kemampuannya,” ujarnya, dikutip dari Antara, Kamis (13/2/2025).
Ia juga mengingatkan bahwa keterampilan yang cukup akan membuka peluang bagi pekerja migran Indonesia (PMI) untuk mendapatkan pekerjaan dan gaji yang layak di luar negeri.
Negara Tujuan Favorit Diaspora Indonesia
Tagar #KaburAjaDulu bukan sekadar wacana di media sosial. Banyak warganet berbagi pengalaman dan rekomendasi mengenai negara tujuan yang paling cocok bagi mereka yang ingin bekerja atau menetap di luar negeri. Data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menunjukkan bahwa sepanjang Januari-November 2024, sebanyak 272.164 pekerja migran Indonesia resmi bekerja di luar negeri.
Sebagian besar dari mereka bekerja di sektor informal, dengan jumlah mencapai 145.962 orang. Menariknya, pekerja migran perempuan mendominasi angka ini dengan total 187.127 orang.
Dikutip Nukilan.id dari BP2MI, tercatat negara tujuan utama para pekerja migran Indonesia sepanjang 2024 adalah:
- Hong Kong – 92.836 orang
- Taiwan – 79.031 orang
- Malaysia – 43.833 orang
- Jepang – 11.758 orang
- Korea Selatan – 9.870 orang
- Singapura – 9.739 orang
- Arab Saudi – 7.183 orang
- Italia – 3.177 orang
- Brunei Darussalam – 2.852 orang
- Turkiye – 2.561 orang
Selain itu, diaspora Indonesia juga tersebar di Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Rumania, Maladewa, Polandia, Hungaria, Papua Nugini, Slovakia, dan berbagai negara lainnya.
Menariknya, Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Singapura, dan Italia menjadi negara yang paling banyak membuka lowongan kerja bagi pekerja migran Indonesia.
Dari sisi asal daerah, Jawa Timur menyumbang jumlah pekerja migran tertinggi dengan 74.224 orang. Disusul oleh Jawa Tengah (61.886 orang), Jawa Barat (57.117 orang), Nusa Tenggara Barat (24.451 orang), dan Lampung (23.389 orang). Sementara itu, Indramayu tercatat sebagai kabupaten asal PMI terbanyak dengan 20.139 orang, diikuti Cilacap (12.270 orang), Kabupaten Cirebon (11.002 orang), Ponorogo (10.567 orang), dan Blitar (9.952 orang).
Pekerjaan Favorit Diaspora Indonesia
Selain negara tujuan, pekerjaan yang paling banyak dijalani diaspora Indonesia juga menarik perhatian. Berdasarkan data BP2MI, lima profesi paling diminati sekaligus paling banyak membuka lowongan kerja bagi pekerja migran Indonesia adalah:
- Asisten rumah tangga (house maid) – 93.116 orang
- Perawat (caregiver) – 48.533 orang
- Buruh (worker) – 21.023 orang
- Pekerja perkebunan (plantation worker) – 15.053 orang
- Pekerja domestik (domestic worker) – 9.639 orang
Selain itu, pekerja bangunan, pekerja pabrik, juru masak keluarga, nelayan, hingga perawat orang tua juga menjadi profesi yang banyak digeluti oleh PMI.
Mayoritas pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri berstatus menikah, dengan total 126.004 orang. Dari segi latar belakang pendidikan, mayoritas lulusan SMA/SMK mendominasi dengan jumlah 118.213 orang.
Peluang dan Tantangan
Dengan semakin terbukanya akses bagi diaspora Indonesia untuk bekerja di luar negeri, tren #KaburAjaDulu menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang melihat peluang lebih baik di luar negeri. Namun, kesiapan dalam hal keterampilan, pendidikan, serta perlindungan hukum tetap menjadi faktor penting bagi para pekerja migran agar dapat bekerja dengan aman dan mendapatkan hak yang layak.
Sebagai catatan, fenomena migrasi tenaga kerja ini juga menjadi refleksi bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas lapangan kerja dalam negeri, sehingga bekerja di luar negeri bukan sekadar pilihan karena keterpaksaan, tetapi benar-benar menjadi langkah strategis bagi mereka yang ingin berkembang dan meningkatkan taraf hidupnya. (XRQ)
Reporter: AKil