NUKILAN.id | BANDA ACEH – Tiga siswi asal Aceh berhasil mengharumkan nama daerah dengan menorehkan prestasi gemilang di ajang internasional. Mereka adalah Ratu Barona Vonna, Maritza Danesh Fazilla, dan Ishraf Asyifa, yang masing-masing tampil memukau dalam bidang kompetisi berbeda.
Ratu Barona Vonna, siswi kelas tiga SD Negeri 10 Banda Aceh, meraih penghargaan di ajang Global Supermodel Search 2024 di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam ajang tersebut, Ratu memenangkan penghargaan Best Catwalk dan menjadi Runner-Up 2 Mini.
Sementara itu, Maritza Danesh Fazilla, siswi kelas tujuh SMP Islam Al Azhar Cairo Banda Aceh, berhasil meraih Juara 2 di Colorguard Contest dalam Malaysia World Band Competition 2023. Sedangkan Ishraf Asyifa, siswi kelas 10 SMA Negeri 3 Banda Aceh, menjadi perwakilan Aceh di International Fashion Week 2024 yang berlangsung di Bangkok, Thailand.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Almuniza Kamal, mengapresiasi pencapaian luar biasa ketiga siswi ini. Ia menegaskan pentingnya mendukung pengembangan bakat generasi muda di Aceh.
“Aceh kini menjadi daerah yang semakin dikenal di tingkat internasional. Prestasi yang diraih anak-anak ini semoga dapat memotivasi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi,” ujar Almuniza.
Ia juga menambahkan bahwa Disbudpar Aceh rutin menggelar berbagai kegiatan untuk mendorong kreativitas generasi muda, khususnya dalam bidang seni dan industri kreatif.
Sherli Marisa Dewi, Founder SMD Modeling Aceh, mengungkapkan kebanggaannya terhadap Ratu Barona, yang sudah aktif mengikuti berbagai ajang sejak 2023. Ia menyebutkan, Ratu kini sedang mempersiapkan diri untuk ajang Putri Cilik Tenun dan Songket yang akan digelar November mendatang.
“Kami berharap Ratu terus mengembangkan bakatnya dan menjadi inspirasi bagi anak-anak seusianya,” kata Sherli.
Derry Dahlan Smit, pendiri DD Foundation, juga memberikan dukungan besar kepada dua siswi lainnya, Maritza dan Ishraf. Derry menjelaskan bahwa agensi ini bertujuan membentuk karakter generasi muda yang unggul, berbudaya, dan bertakwa.
“Anak-anak Aceh harus diarahkan untuk mengikuti kegiatan positif agar budaya lokal tetap terjaga di tengah arus globalisasi dan pengaruh media sosial,” jelas Derry.
Ketiga siswi ini membuktikan bahwa Aceh memiliki talenta muda yang mampu bersaing di kancah internasional. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat terus mendorong prestasi mereka dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh.







