NUKILAN.id | Banda Aceh — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar Pameran Produk Kriya Khas Aceh di Plaza Aceh, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk ekonomi kreatif (ekraf) dari Serambi Makkah ke panggung dunia. Kegiatan yang berlangsung hingga hari ini, menarik perhatian warga Banda Aceh dan Aceh Besar dengan kehadiran 13 pelaku ekraf yang memamerkan beragam produk kreatif.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, melalui Kepala Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata dan Kelembagaan (PUPK), Ismail, menyatakan harapannya agar pameran ini dapat mendorong minat masyarakat internasional terhadap produk kriya Aceh. “Produk ekonomi kreatif berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat Aceh secara keseluruhan. Pariwisata dan subsektor ekonomi kreatif dapat membuka banyak peluang kerja bagi masyarakat,” ungkap Ismail.
Disbudpar Aceh juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk mini expo produk muslim Aceh di Jakarta dan Aceh Tourism Roadshow di Medan. “Kami terus berupaya mendorong pelaku ekraf untuk menciptakan produk yang menarik, terutama menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan datang, di mana akan ada expo di Blang Padang,” tambahnya.
Salah satu pelaku ekraf, Rahmi Bustami dari Evaschoice Baimee, mengungkapkan kecintaannya terhadap budaya Aceh melalui produknya yang mengangkat tema etnik Aceh. Menurutnya, produk kriya tidak hanya berfungsi sebagai barang jualan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan adat dan budaya Aceh yang kaya. “Melalui produk kriya, kami dapat mempromosikan motif dan cerita budaya Aceh dengan lebih menarik,” ujarnya.
Rahmi menekankan pentingnya mempresentasikan budaya Aceh dalam bentuk produk agar lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat luas. “Orang sering kali tidak mau membaca tentang budaya kita, tetapi jika mereka melihat dan menggunakan produk tersebut, mereka akan lebih mengenali dan memahami cerita di baliknya,” tutupnya.
Pameran Kriya Khas Aceh ini menjadi momentum yang tidak hanya merayakan kekayaan budaya lokal, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku ekraf untuk menembus pasar global. Keberhasilan acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pengakuan internasional atas produk-produk unik dari Aceh.



