NUKILAN.id | Banda Aceh – Sedikitnya tiga massa dari Kesatuan Aksi Pemuda Peduli Rakyat Aceh (KAPPRA) melakukan aksi protes di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh pada Kamis (2/5/2024).
Aksi protes tersebut dilakukan sebagai bentuk kekesalan mereka terhadap Aplikasi Layanan Pengadaan Sistem Secara Elektronik (LPSE) mengalami eror selama 13 hari.
Pantauan Nukilan di lokasi, massa tiba di Kantor Gubenur Aceh pukul 11.30 WIB, dengan membawa sejumlah poster betuliskan “Pecah Rekor, Server Rusak Sepanjang Sejarah Aceh”.
Di depan kantor Gubernur Aceh, KAPPRA mempertanyakan kelalaian pemerintah Aceh dalam menangani masalah ini. Menurut mereka, LPSE sangat penting untuk proses tender dan penyaluran dana APBA, terutama dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.
“LPSE ini ladang pusat di mana APBA itu dibagikan, ditenderkan. Sehingga ini sangat penting untuk pembangunan aksiemen tadi itu,” kata Navis Raka, perwakilan KAPPRA.
Navis menambahkan, matinya LPSS selama 13 hari merupakan sejarah terpanjang server rusak di Aceh. Hal ini menimbulkan kecurigaan dari pemerintah pusat terhadap keseriusan Aceh dalam persiapan PON.
“APBN itu ada durasinya. Apabila LPSE tidak ditanggungi dengan segera, pusat akan curiga bagaimana keseriusan provinsi dalam mengenai PON,” ungkapnya.
KAPPRA juga mempertanyakan penyebab matinya LPSE dan langkah-langkah yang diambil pemerintah Aceh untuk mengatasinya.
“Selama LPSE itu blank, selama 13 hari, ada apa dibalik layar error-nya? Kenapa tidak ada kabar, tidak ada klarifikasi?” tanya Navis.
“Kita ketahui, LPSE itu 2 hari saja blank, itu sudah jadi sebuah problematika dalam sistem pembangunan. Apalagi ini provinsi. Dan saat ini posisinya sedang berlangsungnya tender, dan juga masuknya APBN,” kata Navis.
Reporter: Rezi



