NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Kondisi fisik tidak menghalangi Zulfadli Aldiansyah atau Aldi dan Salsabila Bella untuk menekuni dunia seni peran. Dua talenta asal Aceh itu kini mendapat kesempatan tampil dalam film layar lebar Istimewa.
Aldi yang berasal dari Banda Aceh dan Salsabila Bella dari Subulussalam menjadi dua dari enam pemeran utama dalam film yang mengangkat kehidupan anak-anak penyandang disabilitas. Keduanya turut hadir dalam gala premiere Istimewa yang berlangsung di XXI Epicentrum, Jakarta.
Film yang disutradarai Ruben Adrian tersebut menjadikan anak-anak penyandang disabilitas sebagai pusat cerita. Aldi berperan sebagai Aldo, sementara Salsabila Bella memainkan karakter Ella. Dalam film itu, keduanya juga beradu akting dengan sejumlah aktor senior, seperti Mathias Muchus dan Agus Kuncoro.
Ruben Adrian mengatakan karakter para tokoh dalam Istimewa tidak sekadar dibangun untuk menggambarkan kondisi disabilitas. Masing-masing karakter memiliki kepribadian, keinginan dan perjalanan hidup yang menjadi bagian penting dalam cerita.
Para pemeran dengan disabilitas juga mendapat kesempatan untuk tampil sebagai aktor dengan karakter dan pengalaman masing-masing, bukan hanya sebagai representasi kelompok penyandang disabilitas.
Bagi Aldi dan Bella, keterlibatan dalam film tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka di industri seni peran. Kehadiran keduanya sekaligus memperlihatkan bahwa kondisi fisik tidak seharusnya menjadi ukuran dalam menentukan kemampuan seseorang untuk berkarya.
Istimewa mengisahkan sekelompok anak yang tinggal bersama seorang ayah bernama Pak Mahendra. Konflik mulai muncul ketika mereka harus mencari sang ayah setelah meninggalkan Rumah Istimewa.
Perjalanan tersebut kemudian membawa cerita mengenai keluarga, penerimaan, persahabatan dan kesempatan bagi setiap orang untuk menjalani hidup sesuai dengan dirinya sendiri.
Film Istimewa dijadwalkan mulai tayang serentak di bioskop Indonesia pada 17 September 2026.
Tampilnya Aldi dan Bella dalam film tersebut turut membawa talenta Aceh ke panggung perfilman nasional. Keduanya menunjukkan bahwa kesempatan dan kepercayaan dapat membuka jalan bagi talenta dari daerah, termasuk penyandang disabilitas, untuk berkembang di industri kreatif.
Kehadiran mereka di layar lebar juga menjadi gambaran bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk membatasi seseorang dalam mengejar mimpi dan menghasilkan karya. (xrq)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

