BMKG Deteksi 119 Titik Panas di Aceh, Aceh Selatan Terbanyak

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mendeteksi 119 titik panas yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Aceh.

Prakirawan BMKG Kelas I SIM Banda Aceh, Dedi, mengatakan Aceh Selatan menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, mencapai 26 titik.

Gayo Lues berada di urutan berikutnya dengan 15 titik, disusul Aceh Tengah 13 titik, Bireuen 12 titik, dan Aceh Jaya 10 titik.

Selain itu, BMKG mencatat tujuh titik panas di Pidie, masing-masing enam titik di Aceh Besar dan Nagan Raya, serta lima titik di Pidie Jaya.

Titik panas lainnya tersebar di Aceh Barat dan Aceh Tenggara masing-masing empat titik, Bener Meriah tiga titik, serta Aceh Barat Daya, Aceh Utara, dan Kota Subulussalam masing-masing dua titik. Sementara Aceh Singkil dan Aceh Tamiang masing-masing terpantau satu titik.

“Konsentrasi titik panas terpantau di Aceh Selatan yakni di kawasan Bakongan, Kluet dan Trumon,” kata Dedi, Selasa (1/9).

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat 29 kejadian kebakaran hutan dan lahan sepanjang Agustus 2026.

Kebakaran tersebut terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Aceh Besar, Aceh Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Gayo Lues.

Berdasarkan rekapitulasi BPBA, luas lahan yang terdampak kebakaran selama Agustus mencapai sekitar 110,8 hektare.

Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan ancaman kebakaran hutan dan lahan masih perlu menjadi perhatian, terutama di daerah dengan lahan kering serta kawasan hutan yang mudah terbakar.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Jangan melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, karena pada kondisi cuaca panas dan kering api dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan,” ujar Bahron Bakti. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News