98 Persen Masjid dan Musala Terdampak Banjir di Aceh Kembali Difungsikan

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kementerian Agama mencatat sebanyak 725 dari 737 masjid dan musala yang terdampak banjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh telah kembali digunakan oleh masyarakat. Sementara itu, 12 rumah ibadah lainnya belum dapat difungsikan karena mengalami kerusakan berat atau hilang terbawa arus.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Azhari, mengatakan sebagian besar rumah ibadah tersebut saat ini masih beroperasi dalam kondisi darurat.

“Berdasarkan data yang telah diverifikasi, sudah 98 persen masjid dan musala yang terdampak kembali berfungsi, tetapi masih dalam kondisi darurat,” kata Azhari dikutip dari keterangan tertulis di laman resmi Kementerian Agama, Sabtu, 7 Februari 2026.

Menurut Azhari, operasional darurat itu dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Adapun rumah ibadah yang belum dapat digunakan antara lain Musala Baitul Banian Serbajadi di Kabupaten Aceh Timur dan Masjid At Taqarrub Riseh Teungoh di Kabupaten Aceh Utara yang hanyut akibat banjir.

Selain itu, sejumlah masjid dan musala di Kabupaten Bener Meriah serta Kabupaten Gayo Lues juga masih belum bisa difungsikan karena terdampak banjir dan longsor. Azhari menyebutkan, rumah ibadah yang mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan—selain yang hilang—akan memperoleh bantuan renovasi dari Kementerian Agama yang saat ini masih dalam proses.

“Bantuan tersebut bisa digunakan untuk membeli pompa air jika airnya tidak bersih, genset, tikar salat, serta kebutuhan mendesak lainnya,” ujar Azhari.

Ia berharap pemulihan rumah ibadah dapat segera diselesaikan agar masyarakat bisa kembali beribadah dengan nyaman.

“Harapan kami, masjid/musala yang rusak ini kembali bersih dan berfungsi dengan baik untuk masyarakat beribadah. Apalagi, sebentar lagi kita mau memasuki bulan suci Ramadan,” kata Azhari.

Banjir bandang dan tanah longsor terjadi pada akhir November 2025 dan melanda 52 kabupaten/kota di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di Aceh sendiri, tercatat 18 kabupaten/kota terdampak bencana tersebut.

Hingga Sabtu, 7 Februari 2026, atau lebih dari dua bulan setelah kejadian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 562 orang meninggal dunia dan 29 orang masih dinyatakan hilang di Aceh. Selain itu, lebih dari 74 ribu warga masih mengungsi.

BNPB juga melaporkan bencana ini menyebabkan kerusakan 255.051 unit rumah, 641 rumah ibadah, 2.805 fasilitas pendidikan, serta 141 fasilitas kesehatan. Tidak hanya itu, sebanyak 649 jembatan dan 1.648 ruas jalan di Aceh turut terdampak akibat banjir bandang dan longsor. (xrq)

Read more

Local News