452 Guru Lulus Seleksi, Program Beut Kitab Bak Sikula di Aceh Besar Dijadwalkan Diluncurkan Selasa

Share

NUKILAN.ID | JANTHO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar terus mendorong penguatan pendidikan agama di sekolah melalui program Beut Kitab Bak Sikula. Program tersebut direncanakan akan diluncurkan secara resmi pada Selasa mendatang, setelah proses seleksi tenaga pengajar hampir rampung.

Hal itu disampaikan dalam rapat evaluasi dan pelaporan hasil perekrutan guru yang dipimpin langsung Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau yang dikenal sebagai Syech Muharram di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Jumat (6/3/2026) malam.

Rapat tersebut dihadiri Ketua Tim Seleksi Beut Kitab Bak Sikula Baba H. Marwan Abdullah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Rahmawati, S.Pd., M.Pd, Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Aceh Besar Sanusi, SE, tim asistensi bupati, jajaran Disdikbud Aceh Besar, serta tim seleksi.

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pendidikan agama Islam di sekolah formal, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dalam arahannya, Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyampaikan rasa syukur karena proses seleksi guru program tersebut hampir selesai.

“Alhamdulillah pada malam ini sudah bisa kita finalkan untuk persoalan guru-guru di dua belas wilayah. Ini merupakan langkah penting dalam memperkuat pendidikan agama di sekolah-sekolah kita,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak lagi bersifat percontohan, tetapi akan diterapkan secara luas di seluruh sekolah di Aceh Besar. Karena itu, penempatan guru akan diatur berdasarkan regional wilayah agar lebih efektif.

“Kita atur berdasarkan regional agar lebih efisien. Misalnya antara Blang Bintang dengan Darussalam bisa saling menyesuaikan. Dengan begitu para guru tidak habis waktu di jalan dan bisa fokus mengajar,” jelasnya.

Muharram juga mengungkapkan bahwa peluncuran resmi program Beut Kitab Bak Sikula direncanakan berlangsung pada Selasa mendatang.

“Insya Allah hari Selasa nanti kita rencanakan launching, launching ini bukan lagi percontohan, tapi sudah kita terapkan untuk seluruh sekolah dibawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar,” kata Syech Muharram.

Selain peluncuran program tersebut, pemerintah daerah juga berencana menyalurkan bantuan santunan bagi anak yatim di Aceh Besar.

“Seluruh anak yatim yang sudah terdata akan kita berikan bantuan santunan. Walaupun jumlahnya tidak besar, tapi ini sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada anak-anak yatim di Aceh Besar,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas rencana kerja sama antara Pemkab Aceh Besar dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) untuk memberdayakan para penghafal Al-Qur’an dan lulusan dayah sebagai tenaga pengajar pendidikan agama di sekolah.

Menurut Muharram, kerja sama tersebut penting agar potensi sumber daya lokal dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kita akan mencoba meningkatkan kerja sama melalui MoU dengan Kanwil Kemenag. Kita ingin mengutamakan kearifan lokal dan potensi sumber daya Aceh sendiri, sehingga semua sekolah di Aceh Besar dapat menerapkan program Beut Kitab Bak Sikula,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disdikbud Aceh Besar Rahmawati menjelaskan bahwa kebutuhan guru untuk menjalankan program tersebut mencapai 457 orang. Jumlah itu diperuntukkan bagi 215 Sekolah Dasar dan 89 Sekolah Menengah Pertama yang tersebar di seluruh kecamatan di Aceh Besar.

Ia menyebutkan bahwa pada tahap awal tahun 2025, Pemkab Aceh Besar telah merekrut 124 guru sebagai bagian dari program percontohan. Pada seleksi lanjutan tahun 2026, pemerintah kembali membuka kebutuhan sebanyak 333 guru.

“Pada seleksi tahap kedua tahun 2026, dari kebutuhan 333 orang yang dibuka, jumlah yang dinyatakan lulus sebanyak 276 orang. Selain itu terdapat 42 guru dari kategori guru SPT tahun 2025 yang juga dinyatakan lulus,” jelas Rahmawati.

Selain itu, terdapat pula 10 guru dari program Beut Kitab Bak Fauzul Kabir yang sudah lebih dahulu mengajar dan turut menjadi bagian dari kebutuhan tenaga pengajar.

Dengan demikian, jumlah keseluruhan guru yang telah lulus seleksi hingga saat ini mencapai 452 orang, sehingga masih tersisa kekurangan lima orang lagi dari total kebutuhan 457 guru.

“Secara akumulasi, jumlah guru yang sudah lulus seleksi baik dari tahun 2025 maupun 2026 sebanyak 452 orang, sehingga masih terdapat kekurangan lima orang lagi untuk memenuhi kuota keseluruhan,” tambahnya.

Sekretaris Tim Seleksi Tgk. Nazar menyampaikan bahwa pada seleksi tahun 2026 terdapat 337 orang yang mendaftar, dengan 331 peserta mengikuti tes.

“Dari jumlah tersebut sebanyak 276 orang dinyatakan lulus, sementara 55 orang lainnya belum berhasil melewati seleksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa seleksi dilakukan berdasarkan pembagian 12 regional wilayah yang mencakup seluruh kecamatan di Aceh Besar, guna memudahkan distribusi guru sekaligus meningkatkan efisiensi penempatan tenaga pengajar.

Ketua Tim Seleksi Baba H. Marwan Abdullah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada timnya dalam melaksanakan proses seleksi.

“Amanah ini kami jalankan sebaik mungkin sesuai kemampuan kami. Semua proses dilakukan dengan memperhatikan arahan pimpinan, ulama, serta pihak dinas terkait,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, ulama, akademisi hingga lembaga pendidikan.

Ia juga menilai perlu adanya penguatan hubungan antara dayah dan dinas terkait agar pengembangan pendidikan agama dapat berjalan lebih terintegrasi.

“Selama ini terkesan dayah berjalan sendiri-sendiri tanpa advokasi yang kuat dari dinas. Ke depan kita berharap ada sinergi yang lebih kuat sehingga dayah dan lembaga pendidikan formal dapat saling mendukung dalam mencetak generasi Aceh yang berilmu dan berakhlak,” pungkasnya.

Dengan rampungnya proses seleksi tersebut, program Beut Kitab Bak Sikula diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memperkuat pendidikan agama di sekolah, menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini, serta membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News