NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai NasDem, Muslim Ayub, melaksanakan aksi kemanusiaan di berbagai wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh selama 30 hari penuh, sejak 30 November hingga 31 Desember 2025, bersama NasDem Peduli Bencana Aceh.
Selama sebulan di lapangan, Muslim Ayub menempuh perjalanan ribuan kilometer, menyusuri wilayah barat hingga timur Aceh, dari pesisir hingga daerah pedalaman dan pegunungan yang sulit dijangkau. Rangkaian kunjungan dimulai dari Banda Aceh, berlanjut ke Meulaboh dan Nagan Raya, kemudian wilayah selatan seperti Trumon, Singkil, dan Subulussalam yang mengalami dampak banjir dan kerusakan infrastruktur cukup parah.
Perjalanan kemanusiaan berlanjut ke kawasan pedalaman Kutacane untuk penguatan logistik, kemudian menuju wilayah pegunungan Gayo Lues. Tim selanjutnya bergerak ke wilayah timur Aceh, meliputi Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara, sebelum mengakhiri rangkaian kegiatan di Pidie Jaya.
Dalam menjangkau masyarakat terdampak, tim menghadapi medan berat dan akses terputus. Saat jalan darat tidak dapat dilalui, perjalanan dilakukan menggunakan sampan, bahkan dilanjutkan dengan berjalan kaki ketika kendaraan tidak memungkinkan. Upaya tersebut dilakukan demi memastikan bantuan dan kehadiran negara benar-benar sampai kepada masyarakat, termasuk di wilayah yang sempat terisolasi.
Di lokasi pengungsian, Muslim Ayub tidak hanya melakukan peninjauan. Ia memilih tinggal dan berbaur bersama warga, turut memasak dan makan bersama di tiga titik pengungsian. Keterbatasan di lapangan menjadi bagian dari keseharian tim, namun dinilai tidak sebanding dengan kondisi warga yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan akibat bencana.
Perjalanan tersebut juga diwarnai kendala teknis, mulai dari truk bantuan yang tersangkut lumpur, pecah ban kendaraan, hingga dua kali kecelakaan lalu lintas. Meski demikian, seluruh agenda tetap dilanjutkan hingga semua wilayah yang direncanakan berhasil dikunjungi.
Dalam pelaksanaan tugas, Muslim Ayub menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan bertanggung jawab. Ia memberikan instruksi langsung, termasuk menegur tim apabila terjadi keterlambatan atau hambatan yang berpotensi mengganggu distribusi bantuan. Ketegasan itu diterapkan demi memastikan seluruh proses berjalan cepat, disiplin, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurut Muslim Ayub, situasi bencana tidak memberi ruang untuk penundaan. Kecepatan dan ketepatan kerja menjadi tanggung jawab kemanusiaan yang harus diutamakan.
“Kondisi darurat menuntut kerja cepat dan tepat. Kepentingan kemanusiaan harus menjadi prioritas utama, di atas kepentingan apa pun,” tegas Muslim Ayub.
Aktivitas kemanusiaan ini berlangsung masif dan menyasar berbagai titik wilayah terdampak. Didampingi aparat TNI dan Polri, tim bergerak cepat menyalurkan bantuan serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Keterlibatan TNI–Polri memperkuat kerja lapangan dan menjaga stabilitas, terutama di wilayah sulit diakses.
Kegiatan tersebut juga melibatkan para Ketua DPD Partai NasDem di berbagai daerah, termasuk Ketua DPD Kabupaten Aceh Tamiang, sehingga koordinasi penanganan bencana berlangsung kolektif, terstruktur, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Muslim Ayub menegaskan bahwa bantuan tidak hanya berupa logistik, tetapi juga kehadiran, empati, dan kepastian bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapi musibah sendirian. Partai NasDem melalui NasDem Peduli Bencana Aceh menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap situasi darurat dan memperkuat solidaritas kemanusiaan.
Di tengah lumpur, banjir, dan keterbatasan akses, perjalanan 30 hari bersama masyarakat Aceh ini menjadi refleksi bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang jarak, melainkan tentang kehadiran, ketegasan, dan keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan.

