NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Banjir yang melanda Provinsi Aceh pada akhir November menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah infrastruktur, termasuk puluhan jembatan penghubung antardaerah. Berdasarkan laporan resmi Data Kerusakan Jalan dan Jembatan 2025 Edisi 28 November, sedikitnya 23 jembatan terdampak, mulai dari kerusakan ringan hingga putus total.
Dikutip Nukilan dari dokumen tersebut, kerusakan dominan terjadi di wilayah Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Bireuen, Gayo Lues, hingga Aceh Barat. Sejumlah jembatan dilaporkan putus terseret arus banjir, sementara sebagian lain mengalami keruntuhan struktur, oprit tergerus, hingga hanyut terbawa derasnya aliran sungai.
Dalam tabel kondisi infrastruktur yang tercatat pada laporan tersebut, jembatan yang mengalami kerusakan antara lain Jembatan Silayakh, Natam, Salim Pipit, dan Mbarung di Aceh Tenggara, disusul rusaknya akses transportasi di Gayo Lues seperti Jembatan Pasir Putih dan Jembatan Pintu Rime. Sementara di Aceh Singkil, kerusakan tercatat pada jembatan tipe bailey di Suak Toben STA 29+200 dan Suak Sigide STA 26+000, serta Jembatan Gosong Telaga 1 dan 2.
Wilayah Bireuen menjadi salah satu daerah dengan titik kerusakan terbanyak. Sedikitnya delapan jembatan rusak, termasuk Jembatan Rangka Baja Rancong, Pante Lhong, Teupin Reudeup, Ule Jalan, hingga Kutablang dan Teupin Mane, yang berfungsi sebagai jalur strategis penghubung kabupaten. Kerusakan juga terjadi pada Jembatan Jalan Bireuen–Takengon serta Jembatan Paya Dua di Aceh Utara.
Akibat kerusakan tersebut, sejumlah akses lintas kabupaten sempat terputus, memaksa kendaraan untuk memutar jalur atau menunggu penanganan darurat. Selain menghambat mobilitas warga, kondisi ini turut berdampak pada distribusi logistik dan layanan bantuan ke desa-desa yang terdampak banjir.
Hingga laporan ini dirilis, proses penanganan darurat mulai dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Dinas PUPR. Upaya meliputi pemasangan jembatan darurat, pembersihan material kayu dan lumpur, serta pembukaan akses alternatif guna mengembalikan konektivitas wilayah. Pemulihan permanen menunggu kajian kerusakan struktur pada masing-masing jembatan.
Dengan tingginya intensitas hujan dan kemungkinan bencana susulan, pemerintah diharapkan bergerak cepat dalam pemulihan infrastruktur demi mencegah terputusnya jalur ekonomi serta akses evakuasi masyarakat. []
Reporter: Sammy





