NUKILAN.ID | TAKENGON – Sebanyak 128 siswa Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Aceh Tengah berhasil lulus seleksi jalur SPAN-PTKIN 2026 (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri).
Para siswa tersebut diterima di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.
Capaian ini menjadi kabar membanggakan bagi dunia pendidikan madrasah di Aceh Tengah. Keberhasilan tersebut menunjukkan peningkatan kualitas pendidikan madrasah yang mampu bersaing secara nasional melalui jalur seleksi berbasis prestasi akademik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, H. Wahdi MS MA, menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang berhasil lulus seleksi, serta berterima kasih kepada para guru dan tenaga kependidikan yang telah membimbing mereka.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras para siswa, dukungan orang tua, serta dedikasi para guru di madrasah. Semoga para siswa yang lulus dapat melanjutkan pendidikan dengan baik dan menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, serta memberi kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya usai pelaksanaan apel pagi di halaman kantor setempat, Kamis (9/4/2026).
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa madrasah lainnya untuk terus meningkatkan prestasi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, khususnya di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Aceh Tengah, Syahria Putraga, M.Pd, turut menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para siswa.
Ia menjelaskan, siswa yang lulus melalui jalur SPAN-PTKIN tahun ini diterima di berbagai PTKIN, baik di dalam maupun luar daerah.
“Alhamdulillah, dari 128 siswa yang lulus, ada yang diterima di kampus unggulan seperti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan UIN Walisongo Semarang. Sementara itu, yang paling banyak diterima berada di IAIN Takengon dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh,” ujar Syahria.
Seleksi jalur SPAN-PTKIN merupakan mekanisme penerimaan mahasiswa baru di PTKIN yang didasarkan pada prestasi akademik siswa selama menempuh pendidikan di madrasah atau sekolah, tanpa melalui tes tertulis.
Dengan capaian tersebut, diharapkan madrasah di Aceh Tengah semakin berperan dalam mencetak generasi muda yang unggul, religius, dan siap bersaing di tingkat nasional.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News



