Wednesday, December 7, 2022

“Ngopi Aceh Damai”, Kesbangpol Aceh Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Medsos

Nukilan.id- Pemerintah Aceh memalui Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh meminta kepada masyarakat Aceh, khususnya Pengguna Media Sosial untuk semaksimal mungkin menjaring informasi-informasi positif sebagai bentuk menjaga masyarakat Aceh tetap merasa aman.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Dedy Andrian, SE, MM pada acara “Ngopi Aceh Damai” Angkatan IV dengan thema “Fenomena dan Perilaku Komunikasi Pengguna Media Sosial” di Ivory Coffee , Jalan T. Umar , Seutui, Banda Aceh.

Dedi menyebutkan, Pemerintah Aceh membutuhkan masukan dan kajian-kajian Positif terkait penggunaan medsos yang bijak, sebab saat ini keberadaan medsos sangat penting dalam mendukung pembangunan Aceh.

“Kami butuh pandangan dan pikiran-pikiran dan masukan yang dapat mendorong masyarakat aktif bermedsos, benar-benar mampu melawan hoaks yang menjadi penyebab masyarakat terpecah,” kata Dedy Andrian.

Pemateri dari praktisi Merdia Aryos Nivada mengatakan, hasil riset yang dilakukan menyebutkan tingkat penetrasi internet mencapai 68,1%. Sedangkan prilaku pengguna internet 95,65% pengguna internet untuk kebutuhan media sosial, shopping online 33,70%, dan Chating Online 86,09%.

Aryos juga menyebutkan, konten yang sering diakses warga Aceh antara lain Email 5,19%, Portal Berita 6,30%, Musik Online 10,39%, dan Game Online 14,11%.

“Tentu dampak positif dari media sosial salah satunya adalah memudahkan orang berinteraksi. Sedangkan potensi negatif yang muncul salah satunya kejahatan cyber bullyng, cyber crimes, berita hoax dan ujaran kebencian,” ujar Aryos.

Tampil sebagai pembicara lainnya Jurnalis Aceh, Adi Warsidi yang menyampaikan “Media dan Hoaks” yang lebih menekankan pada narasi-narasi damai untuk melawan hoaks. Jauhari Ilyas dengan materi “Membangun komunikasi positif di Media Sosial” menyampaikan cara agar tidak terhasut dengan hoax.

Hadir sebagai peserta Ngopi Aceh Damai terdiri dari perwakilan dari mahasiswa, pemuda, unsur perempuan, dan pengguna aktif media sosial.[]

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img