Wednesday, December 7, 2022

Pj Gubernur Aceh Temui Jokowi, Politisi PDIP Beri Apresiasi

Nukilan.id – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Aceh, Muhammad Ali memberikan apresiasi kepada Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki yang telah menemui Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jum’at (26/8/2022).

“Tentunya kita sangat mengapresiasi Bapak Achmad Marzuki bisa bertemu langsung dengan Presiden. Ini merupakan langkah yang baik dan penting untuk kemajuan pembangunan di Aceh kedepan,” kata Pria yang akrab disapa Ali Gondrong itu.

Ditambah lagi, kata dia, salah satu yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah Kawasan Pelabuhan dan Perdagangan Bebas Sabang. Di mana, Pj Gubernur Aceh mengajukan kepada Presiden agar Kawasan itu dijadikan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan untuk Kawasan BPKS diberikan impor khusus dengan rentang waktu.

“Saya mendukung ini, kawasan bebas Sabang ini kalau bisa dioptimalkan dengan baik, maka sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk meningkatkan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan, sehingga masyarakat sejahtera,” ungkap Ali yang juga Ketua DPD Cakra Buana Aceh itu.

Menurutnya, kawasan bebas Sabang juga patut diperhatikan, tentunya dengan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) yang tepat, dan benar-benar menguasai teritorial Sabang. Serta menguasai wilayah dan manajemen BPKS tentunya yang telah teruji dan lulus fit propertes.

“Pak Gubernur kita tentu lebih mengerti dan paham tentang BPKS Sabang ini, kami yakin beliau mampu mengubahnya,” ujar Ali.

Karena itu, Ali berharap kepada Presiden Jokowi agar dapat mengabulkan permintaan Pj Gubernur Aceh agar rencananya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Aceh bisa terlaksana dengan baik.

“Semoga ada perubahan kedepan dan angka kemiskinan di Aceh bisa berkurang di bawah kepemimpinan Bapak Achmad Marzuki,” harapnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung kinerja Pj Gubernur untuk Aceh yang lebih baik, aman dan nyaman, mulai dari keamanan luar pemerintahan dan juga dalam pemerintahan.

“Ayo kita saling mendukung, saatnya membangun Aceh. Karena kita sekarang butuh eksekusi di akhir diskusi,” pungkas Ali. [Wanda]

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img